Jetorbit Web Hosting

Harian Al-Quran Quote An-Nur 32-33 dan 35

Mulai hari ini,mencoba untuk menulis di pagi hari ba’da shalat subuh dan quote beberapa ayat yang bisa dijadikan pelajaran hidup dan menambah pengetahuan tentang kebesaran Islam.annur32

Pada Surat An-Nur : 32 diatas, seperti yang telah dicantumkan bahwa Allah memerintahkan untuk adanya Perkawinan, Pernikahan. Bagi kamu yang sendiri (JOMBLO) disegerakan. Sudah jelas bukan masalah harta karena Allah akan memampukan hajat tersebut seperti dalam ayat diatas. Niatkan, dan segerakan 😀

annur33

Dalam Surat An-Nur : 33 ini kembali di jelaskan lebih rinci, jika memang benar kalian belum mampu untuk kawin, dalam arti belum siap karena faktor bla dan bla maka wajib menjaga diri, menjaga kesucian hingga Allah memampukan kamu untuk kawin/nikah. Sisa dari ayat ini adalah tentang budak, mungkin interpretasi untuk zaman sekarang menjadi lebih baik yaitu pembantu rumah tangga. Zaman dulu budak, karena kita harus membeli orang/budak dari yang memilikinya. Jika PRT sekarang kita gaji bulanan atau dengan metoda lain. Disini dijelaskan jika PRT ini wanita maka jangan paksa mereka ke pada perihal yang dhalim.

annur35

Terakhir dari sesi pertama harian quote ini adalah Surat An-Nur : 35. Ayat ini jelas berisikan tentang pengetahuan akan alam ini. Perumpamaan cahaya Allah seperti cahaya diatas cahaya. Untuk lebih jelasnya saya ambil sebagian posting dari caknun : http://www.caknun.com/2013/metode-penelitian-itu-bernama-surat-an-nur-35/

=====

Tentu banyak tafsir mengenai apa itu cahaya. Menurut Cak Nun, Surat An Nur 35 ini merupakan satu “metode penelitian” yang ditawarkan Allah kepada manusia secara luar biasa. Metode ini tentu saja mengatasi berbagai metode penelitian yang ditawarkan manusia sebagaimana saya sebutkan sebelumnya. Dalam An Nur 35 tersebut jelas Allah adalah cahaya itu sendiri, dan manusia diperintahkan untuk mencarinya! Bukankah proses mencari adalah “ruh” utama sebuah penelitian? Tentu surat an Nur 35 lebih lengkap lagi dibanding metode kualitatif-kuantitatif dan grounded di atas, karena pencarian yang dimaksud di surat ini sampai kepada puncak tertinggi, yakni Allah.

Sebaliknya metode penelitian yang ditawarkan manusia hanya sampai pada tingkat fenomena atau gejala alam dan sosial, yang hanya merupakan bagian kecil dari kehadiran Allah. Istilah nuurun ala nursungguh luar biasa. Cahaya yang berlapis-lapis, dan manusia diperintahkan menuju cahaya ! Karena cahaya berlapis-lapis, berarti tidak ada kata berkesudahan. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya.” boleh jadi orang yang dikehendakiNya, untuk diresapkan keimanan dan al-Qur-an ke dalam dadanya. Ini hak prerogratif Allah, dan manusia harus mencarinya, atau menawarkan diri kepada Allah agar dipilih untuk diberi cahayaNya.

Perumpamaan ini adalah satu kerja besar mencari dan mencari. Kerja besar itu diantaranya meningkatkan daya kompatibilitas kita agar dapat menyesuaikan diri dengan “chip” yang diberikan Allah sehingga kerja “komputer” di badan dan jiwa kita sesuai dengan kehendakNya. Proses mempersiapkan diri ini adalah proses yang tak berkesudahan sampai optimal program “komputer” di badan dan jiwa kita, agar selalu up to date, tidak letoy apalagi hang! Istilah zujajah (tabung kaca) bisa jadi itu akal pikiran dan sebagainya sebagai alat untuk  mengolah itu semua.

Firman Allah: Tafsir An Nur 35 ayat 9 “Perumpamaan cahaya-Nya,” ada dua pendapat berkaitan dengan dhamir(kata ganti orang ketiga) dalam ayat ini, yakni Dhamir tersebut kembali kepada Allah, atau perumpamaan petunjuk-Nya dalam hati seorang Mukmin seperti misykaah (lubang yang tak tembus) atau ada yang memaknai jasad manusia. Allah juga menyamakan kemurnian hati seorang Mukmin dengan lentera dari kaca yang tipis dan mengkilat, menyamakan hidayah al-Qur-an dan syari’at yang dimintanya dengan minyak zaitun yang bagus lagi jernih, bercahaya dan tegak, tidak kotor dan tidak bengkok.

Kalau Cak Nun mengatakan mishbaah itu qolbu, maka ia memiliki kompatibilitas yang tinggi sehingga tidak memiliki batas-batas. Karenanya qolbu harus ditempatkan dalam zujajah (tabung kaca) justru agar dapat “mengatur’ kompatibilitasnya. Boleh jadi qolbu ini ada beberapa tingkatannya. Pertama, qalbun ajrad (hati yang polos tak bernoda) di dalamnya seperti ada pelita yang bersinar. Kedua, qalbun aghlaf(hati yang tertutup) yang terikat tutupnya. Ketiga, qalbun mankuus (hati yang terbalik). Keempat, qalbun mushfah (hati yang terlapis). Adapun qalbun ajrad adalah hati seorang Mukmin, pelita dalam hatinya adalah cahaya, qalbun aghlaf adalah hati orang kafir, qalbun mankuus adalah hati orang munafik, yang mengetahui kemudian mengingkari. Qalbun mushfah adalah hati yang di dalamnya bercampur iman dan nifak, iman yang ada di dalamnya seperti tanaman yang disirami air yang segar dan nifak yang ada di dalamnya seperti bisul yang disirami darah dan nanah, mana dari dua unsur di atas yang lebih dominan, maka itulah yang akan menguasai hatinya.

Kalau Allah berfirman “Pelita itu di dalam kaca,” cahaya tersebut memancar dalam kaca yang bening, maka maksudnya adalah perumpamaan hati seorang Mukmin, (Dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,” Karena bintang apabila dilontarkan akan lebih bercahaya daripada kondisi-kondisi lainnya. Berbeda dengan cahaya matahari, bulan, bintang atau lampu, yang baru menampakkan benda-benda yang ia tuju, sebaliknya cahaya Allah adalah abadi dan akan menuntun manusia sampai menuju kebahagiaan sejati di akherat nanti.

Firman Allah: Tafsir An Nur 35 ayat 15 “Yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya,”yaitu berasal dari minyak zaitun, pohon yang penuh berkah, yakni pohon zaitun, Yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya),” tempat tumbuhnya bukan di sebelah timur hingga tidak terkena sinar matahari di awal siang dan bukan pula di sebelah barat hingga tertutupi bayangan sebelum matahari terbenam, namun letaknya di tengah, terus disinari matahari sejak pagi sampai sore. Sehingga minyak yang dihasilkannya jernih, sedang dan bercahaya (Tafsir Ibnu Katsir).

Tafsirnya barangkali seorang Mukmin yang terpelihara dari fitnah-fitnah. Adakalanya memang ia tertimpa fitnah, namun Allah meneguhkannya, ia selalu berada dalam empat keadaan berikut: Jika berkata ia jujur, jika menghukum ia berlaku adil, jika diberi cobaan ia bersabar dan jika diberi, ia bersyukur. Firman Allah: “(Yaitu), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Firman ini juga menunjukkan kekuasaan bahwa Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki,” Allah membimbing kepada hidayah bagi siapa yang Dia kehendaki. Selanjutnya pohon zaitun yang tidak tumbuh di Barat atau Timur juga menunjukkan ajaran Islam yang moderat, demokratis, dan di tengah-tengah, atau Rasululloh SAW mengatakan yang sedang-sedang saja.

Betapa dahsyatnya surat An Nur 35 ini karena menegaskan manusia untuk menuju cahaya. Ini berarti proses yang maha panjang, tidak berkesudahan, dan berarti pula manusia disuruh selalu berpikir, meneliti, berdiskusi, mempertanyakan kembali, tanpa putus-putusnya. Proses ini boleh jadi dapat dilalui dengan berbagai ”metode”, syariah, sahadah, mekanisme tauhid dan seterusnya untuk menuju cahaya Allah. Sudah pasti ”metode” untuk sampai pada tataran ini sangat canggih, melebihi metode penelitian ciptaan manusia.

Jadi ibadah mahdoh dan sebagainya, hanyalah ”metode” dan bukan ”tujuan”. Untuk menuju cahaya Allah, Rosululloh SAW mengajarkan ”metode riset aksi (action research)” di Madinah, yakni untuk memajukan kesejahteraan dan peradaban. Perubahan ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dst, hanya dapat diperoleh dari ”riset aksi” yang metodenya ada di Surat An Nur 35 tersebut. Orang yang sampai kepada cahaya Allah barangkali tidak dapat diukur atau dilihat secara pasti, namun setidaknya dapat dilihat dari output sosial-nya. Jadi jangan dibalik, dilihat input mahdoh-nya.

====

Bagaimana penafsiran menurut kamu? Sungguh Maha Besar Allah SWT.

 

Jetorbit Web Hosting

Re-Post Kredit Sepeda Motor Penyebab Tingginya Angka Kemiskinan?

kredit motor
Jakarta – Di era modern saat ini, banyak pekerjaan membutuhkan mobilitas tinggi yang mengharuskan kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu cepat. Di tengah keterbatasan transportasi publik, sepeda motor seringkali menjadi solusi alternatif untuk mendukung aktifitas ekonomi kita sehari-hari.

Fenomena ini kemudian ditangkap dengan baik oleh para pelaku ekonomi. Berbagai perusahaan kredit sepeda motor menjamur menjajakan kemudahan untuk mendapatkan sepeda motor. Bahkan hanya dengan uang muka Rp500 ribu, kita sudah bisa membawa pulang sepeda motor keluaran terbaru, lengkap dengan surat-suratnya.

Bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, kredit bisa jadi adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan sepeda motor. Tapi percayakah Anda bahwa kredit sepeda motor adalah salah satu penyebab sulitnya masyarakat Indonesia untuk keluar dari kemiskinan?

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset Financial Inclusion Insights menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepemilikan sepeda motor dan tingkat penghasilan masyarakat Indonesia. Dengan kata lain masyarakat miskin cenderung memiliki jumlah sepeda motor yang lebih banyak dibandingkan masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.

Hasil riset ini memang sangat prematur untuk membangun kesimpulan bahwa kemiskinan disebabkan gara-gara sepeda motor. Tetapi, dengan mempelajari pola prilaku ekonomi masyarakat dan mekanisme kredit kendaraan bermotor di Indonesia, asumsi ini menjadi masuk akal.

Untuk mendapatkan sepeda motor, masyarakat miskin seringkali diming-imingi dengan DP rendah oleh pihak dealer sepeda motor. Bagi masyarakat berpenghasilan minimum, skema ini memang terasa sangat ringan. Namun demikian, mereka sebenarnya telah masuk dalam perangkap hutang dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Dengan asumsi membayar uang muka (DP) sebesar Rp500 ribu, dalam kurun waktu sekitar 3 sampai 4 tahun mereka harus membayar sepeda motor Rp5-6 juta lebih mahal dari harga sepeda motor yang dibeli secara tunai. Harga yang sangat tidak ekonomis dengan jumlah bunga yang mencapai 25 persen.

Selama ini masyarakat miskin, yang memiliki keterbatasan pengetahuan finansial, seringkali menjadi sasaran empuk para sales sepeda motor. Dengan berbagai intrik marketing, mereka dengan mudah merayu masyarakat msikin untuk memilih DP rendah. Semakin rendah DP sepeda motor tersebut, pihak dealer akan semakin diuntungkan karena mendapatkan bonus insentif yang semakin besar dari pihak leasing sepeda motor.

Di sisi lain, masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah cenderung tidak memiliki perencanaan finansial yang matang. Mereka jarang sekali memperhatikan proyeksi penghasilan dan kebutuhan ekonomi keluarga. Sebagian di antara mereka bahkan memutuskan membeli sepeda motor hanya dengan diiming-imingi kredit motor DP rendah yang dibagikan di perempatan jalan. Masalahnya menjadi semakin rumit, karena banyak masyarakat yang melakukan kredit motor bukan atas dasar kebutuhan melainkan atas pertimbangan eksistensi, pamer harta dan harga diri.

Saya pernah mewawancarai satu keluarga miskin yang mempunyai dua kendaraan bermotor. Sepeda motor itu sehari-hari digunakan oleh dua orang anaknya untuk berangkat ke sekolah. Si kepala keluarga berujar bahwa motor itu didapatkannya secara kredit dan dia harus berjuang untuk melunasi kredit motor tersebut selama empat tahun lamanya. Pada saat saya tanyakan kenapa rela melakukan kredit motor yang sangat memberatkan ekonomi keluarga, jawabannya sederhana, dia tidak ingin anaknya terlihat berbeda dibandingkan kawan-kawan seumurannya yang memiliki sepeda motor.

Fenomena ini sangat umum terjadi di Indonesia. Sangat mudah menemukan keluarga yang memiliki 2 atau 3 sepeda motor di mana semuanya didapatkan secara kredit dan dibeli hanya untuk alasan harga diri keluarga. Atau fenomena dimana masyarakat rela mengurangi nutrisi makanan anak-anaknya demi untuk melunasi kredit kendaraan bermotor.

Persoalan ini memang terlihat sepele tapi menyebabkan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi keuangan keluarga. Masyarakat miskin tidak bisa mengivestasikan kelebihan penghasilannya untuk aktifitas ekonomi yang lebih bermanfaat seperti investasi pendidikan untuk anak-anaknya, investasi bisnis ataupun membayar asuransi hari tua. Mereka akhirnya terjebak dalam putaran hutang yang terus membelenggu mereka untuk keluar dari jerat kemiskinan.

Setidaknya terdapat dua hal penting yang patut dicatat dari fenomena ini.Pertama, kebanyakan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki pengetahun finansial yang terbatas sehingga mereka tidak memiliki perencanaan finansial yang baik dan terjebak dalam rayuan marketing tukang kredit motor.

Kedua, masalah kekayaan dan kesejahteraan ternyata bukan semata-mata tentang kalkulasi ekonomi tetapi juga kemampuan seseorang mengendalikan egonya.
Ternyata banyak masyarakat melakukan kredit motor bukan atas dasar kebutuhan melainkan untuk menjaga harga diri dan penampilan meski harus mengorbankan investasi untuk masa depan dan hal-hal yang lebih penting.

Menyikapi hal ini setidaknya terdapat dua solusi, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Pertama, jika memang benar-benar membutuhkan sepeda motor, pastikan jumlah kredit bulanan tidak melebihi 30 persen dari total penghasilan per bulan. Kredit kendaraan bermotor bisa menjadi solusi alternatif kebutuhan ekonomi sepanjang nilai total kredit tersebut tidak mempengaruhi aspek sandang dan pangan.

Kedua, dalam kondisi penghasilan bulanan yang tidak memungkinkan melakukan kredit, membeli sepeda motor bekas yang murah adalah solusi terbaik. Saat ini, harga sepeda motor bekas di Indonesia bisa mengalami penurunan harga hingga 50 persen dalam jangka waktu pemakaian lima tahun. Dengan kata lain, masyarakat miskin tetap bisa memiliki sepeda motor tanpa harus terjebak dalam hutang jangka panjang.

Tetapi, sekali lagi, teori ekonomi bukan soal hitungan matematika. Solusi ini sangat bergantung pada prilaku finansial kita masing-masing. Apakah kita mau memiliki motor bebek keluaran tahun 2002 di saat sebagian besar teman sebaya kita memiliki sepeda motor keluaran terbaru dengan cat mengkilat dan suara mesin yang lebih halus?

*) Media Wahyudi Askar adalah mahasiswa PhD University of Manchester jurusan Development Policy and Management dengan fokus riset tentang literasi keuangan dan kemiskinan. Selain menjadi peneliti, penulis juga merupakan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom.

Jetorbit Web Hosting

Posting Blog WordPress dari Android

Hola!, Mungkin ada beberapa yang belum tau bahwa untuk melakukan posting ke blog berbasiskan wordpress bisa melalui aplikasi android yaitu WordPress for Android bisa di download di : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.wordpress.android&hl=en

Aplikasi ini memudahkan kita untuk melakukan posting, tanpa harus melakukan load ke website melalui browser. Semua fitur akan sama seperti ketika kita membuka melalui browser. Silahkan dicoba!

 

Jetorbit Web Hosting

Mulailah Dari Sekarang

Post ini akan saya share tulisan dari Tere Liye, penulis terkenal indonesia

—————–

*Tidak dalam semalam

Kalian lihat anggota DPR yang ditangkap KPK, baik cowok maupun cewek? Kalian lihat pasangan suami-istri bupati, walikota yang ditangkap KPK? Kalian lihat pejabat2, menteri2, yang ditangkapi KPK. Cantik-cantik, tampan-tampan, tapi berhati busuk.

Mereka semua penjahat yang tidak lahir dalam semalam. Tidak simsalabim lantas jadi jahat..Mereka tumbuh jadi jahat melalui proses “pendidikan” yang amat panjang. Bahkan dimulai saat diperut Ibunya. Kalian silahkan tidak setuju dengan tulisan ini, tapi sungguh terlalu banyak kebenaran dari hal ini.

Fase pertama. Kita mungkin tidak peduli lagi, tapi ketahuilah, hal paling pertama, mendesak dan penting dalam pendidikan seorang anak adalah: memastikan apa yang dia makan, apa yang dia minum, adalah halal dan thayib. Gila sekali, bayi2 kita dikasih nasi yang uang belinya dari korup, balita2 kita dikasih susu yang kita tahu sekali di dalamnya ada uang nista. Itu akan menjadi darah, daging, menjadi otak, dsbgnya, dsbgnya, bagaimana mungkin kita berharap anak-anak kita tumbuh saleh dan salehah jika orang tuanya tidak peduli soal 100% nafkah keluarga halal dan thayib.

Fase kedua, pendidikan di keluarga. Teladan di keluarga. Dinasti kekuasaan yang korup, jelas adalah hasil teladan keluarga. Orang tuanya korup saat jadi penguasa, maka anak, menantu, cucu, ya jelas saja masuk akal jika korup. Tukang bohong, tukang selingkuh. Apakah kita menanamkan sikap jujur kepada anak kita? Memberikan teladan nyata? Atau hanya omong kosong saja? Banyak keluarga yang berlagak menanamkan kejujuran pada anak2nya, tapi ketika keluarganya tersangkut kasus, melanggar hukum, mereka mencari cara membebaskan, membela, atau apa saja dilakukan sebagai pembenaran. Tidak mau sama sekali menerima kenyataan di depan matanya. Itu kan jadi lucu sekali? Keluarga akan mendidik apakah anaknya akan jadi tukang ngeles, penuh argumen, menyalahkan orang lain, menyalahkan sistem, atau sebaliknya akan punya pemahaman lebih baik.

Fase ketiga, lingkungan sekolah. Silahkan survey ke koruptor2 itu, tukang suap, tukang nyogok, menilap uang rakyat, apakah mereka dulu tukang nyontek saat sekolah? Saya sih tidak akan surprise melihat hasil survey-nya. Negeri ini punya masalah serius sekali soal integritas di sekolah2. Sudah jadi rahasia umum, anak2 kita menyontek, bahkan massif jadi budaya. Apa yang kita harapkan dari anak2 yang sejak dini sudah nyontek? Mereka akan tumbuh jadi pejabat yang jujur? Aduh, itu sama seperti berharap pohon kaktus berbuah mangga. Impossible.

Fase keempat, lingkungan masyarakat. Nah, lagi-lagi, apa yang kita harapkan dari generasi muda, jika setiap hari kita mempertontonkan ketidakjujuran, kecurangan? Dalam hal paling simpel saja, curang. Mereka besar akan jadi apa kalau lingkunga masyarakatnya tidak ada teladan baik? Di televisi, di media massa, di media sosial, penuh dengan teladan buruk. Nasib, sungguh nasib sekali sebuah kaum yang lebih sibuk memberikan teladan buruk, tapi berharap besok jadi lebih baik.

Empat fase ini adalah proses panjang mendidik seorang anak. Saat mereka besar, berkuasa, jika mereka jahat, itu adalah akumulasi proses yang korslet.

Saya tetap percaya, kita masih punya masa depan. Saya akan terus percaya, kita masih bisa memperbaiki banyak hal. Bagaimana caranya? Maka mari mulai dari rumus pertama catatan ini: pastikan nafkah keluarga kita halal dan thayib. Tidak ada tawar-menawar. Mati-matian diusahakan 100% harus bersih, pure, tanpa noda. Kita sudah mati2an saja kadang masih nyelip juga, apalagi yang santai sekali. Setelah fase pertama ini beres, baru beranjak ke fase berikutnya, didik anak2 kita dengan teladan kejujuran. Carikan anak2 kita sekolah yang mengajari kejujuran, kemudian berikanlah teladan kejujuran dari lingkungan masyarakat. Insya Allah, generasi lebih baik akan datang. Karena sungguh, juga tidak dalam semalam kita bisa melahirkan generasi seperti ini. Orang2 baik itu tidak lahir instan, mereka juga produk pendidikan panjang yang menakjubkan.

Mulailah dari sekarang.

*Tere Liye

——————

Jetorbit Web Hosting

Cara Memulai Berbisnis

kejadian kembang api

Dimulai dari 3 tahun yang lalu, tepatnya bulan desember namun lupa tanggal, ketika pertayaan dari sebuah buku terus muncul, “Apa produk mu?” “Apa yang bisa kamu jual?” “Jika jawabanmu itu skill/kemampuan, seperti apa kamu mengemas skill itu agar orang tertarik untuk membeli ? “. Ini menggelitik rasa menantang yang ada, kemudian mencari esensi dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dari berbagai buku dan sumber lainnya, banyak yang mengatakan bahwa passion adalah poin penting dalam cara memulai berbisnis. Passion yang dimaksud adalah dimana sih letak kebisaanmu, semangat mu, gairah mu akan sesuatu. Contoh sederhana adalah passion di kategori Toy remote control, bisa dari hobi, atau memang menekuni bidang ini. Kemudian passion inilah yang akan diubah menjadi bisnis atau duit 😀 .

Mengubah suatu passion yang ada menjadi bisnis yang berjangka panjang dan sustain (terus-menerus) tidaklah mudah kawan. Jika mudah ga ada tuh namanya produk Apple yang kalian pakai 😀 . Namun dari banyak sumber, menyebutkan bahwa passion adalah modal utama atau modal yang penting ditahap awal memulai berbisnis, padahal ini juga tidak benar sepenuhnya. Mari kita urutkan poin apa sih yang penting dalam cara memulai berbisnis ini.

  1. Niat. Lho bukan passion? bukan keunggulan kita dibidang apa gitu? mungkin passion atau competitive advantage ada di poin setelah-setelah ini. Niat termasuk membangun motivasi diri sendiri. Ini berat, maka saya masukan di poin pertama, niat ini harus datang dari diri sendiri dan dibangun dengan bertahap. Terkadang, niat atau motivasi kita besar pada sesuatu hal, namun pupus di tengah jalan atau tidak berlangsung lama karena ada batu sandungan. Contoh jika kita tau bahwa kita punya passion di bidang Fashion dan ingin terjerumus dalam bisnis tersebut, maka membangun Niat atau motivasi diri ini dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari H datang, dimana hari H ini hari launching produk/bisnis kita. Membangun motivasi diri ini atau niat ini bisa dengan berbagai macam cara, beberapa motivator ada yang menyarankan dengan menulis semua hal-hal yang akan di jalankan, baik secara acak ataupun berurutan dan di print/tulis dalam kertas lalu di tempel di dinding dengan tulisan yang besar. Dipercaya bisa mengaktifkan alam bawah sadar bahwa ini lho rencana saya :D. Worth to try. Buku dari pak Dr Wayne ini bisa memenuhi hasrat dari niat tersebut 😀 http://www.amazon.com/The-Power-Intention-Wayne-Dyer/dp/1401902162
  2. Passion. Penting diketahui, bahwa passion ini bisa naik turun, alias mood-mood-an. Maka pentingnya poin nomor 1 untuk menjaga poin ini. Wajib diketahui dalam berbisnis terkadang semua perhitungan yang ada adalah tentang untung. Padahal rugi itu sesuatu yang mutlak dalam bisnis, namun kita berusaha pada keuntungan. Passion disini penting untuk menjaga agar bisnis tetap running dan sustain alias tidak hanya untuk 1-2 tahun saja, namun bisa hingga puluhan atau ratusan tahun.
    Beberapa buku dan sumber mengatakan (lupa dimana) bahwa passion tidak termasuk dalam cara memulai berbisnis, ini dikarenakan setiap manusia yang menurut mereka(para sumber) memiliki passion ini semenjak lahir, seperti bakat atau keahlian. Lalu bagaimana sih mengetahui passion kita? Nah itu semua sudah sepertinya sudah tercakup di artikel ini : Bagaimana Menemukan dan Mengetahui Passion Anda?
  3. Set Goal and Plan Plan Plan. “A Goal Without Plan is Just a Wish”. Dengan mengeset goal atau tujuan dari didirikannya usaha kamu, maka ini akan memudahkan dan meringankan keputusan yang akan kita ambil. Kita ambil contoh, misalkan kamu punya keinginan berbisnis dalam bidang fashion. Tentukan goal atau tujuan yang ingin dicapai, bagilah dalam 2 tahap, yaitu goal/tujuan jangka panjang dan jangka pendek (taktikal) untuk mencapai tujuan jangka panjangnya. Misalkan tujuan jangka panjang adalah, ingin merk fashion kamu dikenal seluruh indonesia. How? Bagaimana cara mewujudkan impian itu? tuliskan dalam goal atau tujuan-tujuan kecil, misalkan : dalam tahun pertama harus terjual 100 buah fashion set atau dalam 3 bulan pertama sudah menjual paling jauh ke Sulawesi. How? (lagi) nah jika mencapai tahap ini masukan ke dalam plan (rencana). Bagaimana taktikal kita mencapai tujuan jangka pendek dan panjang tersebut. Proses membuat plan ini untuk menjaga agar jalur bisnis kita tetap bisa mencapai ke tujuan besar (dikenal seluruh indonesia).
    Tuliskan dengan jelas plan/cara mencapai tujuan-tujuan tersebut. Misalkan : Untuk mendapatkan kualitas kaos terbaik, carilah pabrikan atau pembuat bahan kaos terbaik, didaerah atau luar daerah, buat perjanjian dengan mereka agar mendapatkan harga terbaik.
  4. Ya 3 itu saja sudah bisa membuat kamu memulainya, kenapa modal tidak dimasukan? Karena pasti semua butuh modal :D, jalan ke warung saja butuh modal kan.

Semua point diatas jangan dijadikan suatu batu penghalang besar, karena tetap Action adalah yang membuat semua bisnis jadi memungkinkan. Apa pendapatmu tentang artikel ini? 🙂