Ini Ujian

Ujian silih berganti, biasanya tingkat ujian juga naik dari yang mudah hingga sulit sesuai taraf “pendidikan hidup” yang di jalani. Setiap manusia tidak akan luput dari ujian dari -Nya, termasuk saya. Musim pengejaran dosen pembimbing pun telah tiba dan sedang dijalankan. Setiap mahasiswa di “paksa” untuk terus berkomunikasi dengan dosen pembimbing (untuk seterusnya dosbim) paling tidak 1x dalam seminggu. Cukup ringan sebetulnya Jika dan hanya Jika dosen tersebut mudah untuk diajak berkomunikasi dan kooperatif. Lain halnya dengan dosen yang sejak awal di hubungi tidak respon sama sekali. Email, SMS, Line, Telp? pun telah di lewati. Nihil. Ntah apa maksud dari dosen ini, sesibuk itukah hingga tidak ada respon?

Lain ladang lain masalah, datang bagaikan petir di langit mendung (baca:biasa), kabar dari si “bos” tentang adanya efisiensi di perusahaan. Hm, ya mau ga mau kena, dan it’s ok, i got it. InsyaAllah mudah-mudahan lulus ujian “ini” dan mendapatkan nilai A+ diganjar dengan apapun itu 🙂

Sekian curcolongan kali ini. Wassalam.

 

Un-satisfied

Ada cerita, latar belakang cerita ini karena keluh kesah istri. Anggap dijadikan pelajaran saja.

Teman. Ya teman, kadang atau mungkin sering kata ini menjadi bias dikala elemen pertemanan ini berpisah jarak. Ada yang menyebutnya “dulu dekat” atau mungkin “teman dekat” walau itu hanya dimulut saja. Berbicara pertemanan tidak lepas dari berbicara hati. Talk is cheap. Ketika suatu janji terucap, apa lagi janji itu di lontarkan dalam satuan pertemanan yang cukup besar, namun janji itu tidak ditepati, apa yang terjadi? Kekecewaan, sebal dan perasaan sedih lainnya.

Apa pasal? Janji tersebut dibuat untuk menepati janji dari anggota pertemanan tersebut. Namun anggota yg berjanji lebih memilih untuk memenuhi panggilan teman yang bisa dibilang diluar dari pertemenan ini. Bahkan masuk dalam kategori “teman” saja. Bukan “teman dekat” ataupun “sempat dekat” .

Yang berlalu biarlah berlalu, membusuk dan dekomposisi. Tetap kuat hadapi masa depan.

Teruntuk istriku tercinta. ?

Daily Quran : Ini Ciri Orang yang Fasik

Berikut ini adalah ciri ciri orang yang fasik dan apakah fasik itu menurut Alquran pada Surat Al-Baqarah ayat 26 – 27

baqarah:26

Dan di ayat 27 dijelaskan apa itu ciri orang fasik, yaitu orang yang melanggar perjanjan Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan perintah Allah dan membuat kerusakan dimuka bumi. Oleh karena itu, jagalah Shalat, amal, puasa dan ibadah lainnya agar tetap terhubung kepada Allah.

baqarah:27

 

Semoga bermanfaat.

Daily Quran : Ayat Tentang Klarifikasi Berita dan Larangan Mengejek

Sudah barang umum jika sekarang banyak berita simpang siur akan suatu isu. Isu tersebut haruslah dikoreksi dengan bijak, karena dibelakang isu ini ada pihak-pihak yang mengambil kepentingan sendiri seperti profit dan lainnya. Dalam Alquran surat Al-Hujurat ayat 6 termaktum :

hujurat:6

Di ayat tersebut secara jelas diterangkan bahwa kita harus memerika berita yang didapat dari orang fasik (lihat :  apa ciri-ciri orang fasik? ). Tujuannya agar kita tidak juga memberikan berita yang salah kepada sesama sehingga terhindar dari musibah, baik musibah terlihat maupun tidak.

Lalu pada Al-Hujurat ayat 11 dinyatakan pelarangan dalam mengejek atau mengolok. Jadi yang suka bully, stop sekarang 😀

hujurat:11

 

Semoga bermanfaat.