Jetorbit Web Hosting

Cahaya Subuh

Dingin tetap menyeruak menusuk putih tulangku ini diantara waktu subuh yang bagi sebagian orang menjadikan kenangan yang tak terlupakan. Ada apa dengan waktu subuh ini, ah mungkin karena amalan diwaktu ini banyak dan malaikat pun masih enggan untuk pergi darinya.

Bagiku waktu ini memiliki banyak memori yang tak bisa lepas dari pengalaman hidup. Mulai dari sahur, penggedoran pintu oleh ustadz untuk berangkat ke masjid, hingga perjalanan untuk melakukan ujian masuk ke UI yang hasilnya nihil.

Burung pun ikut berkicau layaknya burung dalam sangkar. Merdu suaranya disandingkan dengan kokok-an ayam pejantan dipagi hari. Diiringai riang sepeda petani mengayuh menuju lahan pertarungannya, sawah.

Cepat sekali waktu ini beranjak meninggalkan manusia untuk lanjut beraktivitas tanpa larut akan nikmatnya waktu subuh. Pantang tidur diwaktu subuh menjadi tantangan bagi mereka yang tahu “akibat” dari melewatkannya dengan “ngebo”

Selamat beraktivitas, pejuang.

Jetorbit Web Hosting

Tips dan Cara Membangkitkan (lagi) Semangat!

Terkadang dalam menjalani sesuatu yang rutin, apa lagi hal rutin yang kurang kita senangi namun jalan itu harus ditempuh, kita mengalami hal kebosanan, malas, malas gerak dan lelah berlebih akan hal yang rutin tersebut. Namun yang rutin ini harus kita jalani, gimana cara agar kita tetap bisa menjalaninya? Kita butuh booster. Apa sih booster ini? Ini adalah cara untuk memberikan “dorongan” agar terus bisa menjalani rutinitas tersebut dengan semangat.

Yok mari telusuri apa saja sih dorongan tersebut? 😀

  1. Lakukan sesuatu yang beda dari biasanya! Jika biasanya kamu mandi, makan, berangkat kantor, maka coba dengan cara mandi, berangkat kantor, makan. Simpel kan? walau cara mudah ini efektif untuk menjadi booster rutinitas, namun biasanya, karena sudah terbiasa, hal ini terus dilakukan yang berbuah menjadi bosan. Setiap pagi sarapan dengan bubur ayam atau nasi kuning? Coba ubah dengan makan jagung! atau ubah hal-hal yang biasa kamu lakukan dengan hal yang sedikit-bahkan jauh berbeda! Biasa naik motor sendiri ke kampus atau kantor? Coba dengan nebeng! 😀
  2. Lakukan hal yang kamu senangi, sekarang juga. Eits, lakukan hal yang kamu senangi dengan catatan masih dalam waktu wajar ya. Misalkan tidur atau makan atau main game, namun dalam waktu yang tidak lebih dari 30 menit! Jika berlebih maka kita akan keterusan dan kelelahan akan hal ini. 😀
  3. Ubah warnamu! Ubah warna ubah mood juga. Coba ubah warna dasimu, atau coba linting lengan bajumu (jika lengan panjang) looks fresh, feel goods :D. Ubah wallpaper di desktopmu agar tidak bosan. Tidak bisa diubah? Ubah saja tampilan HP mu, ubah wallpaper di chat WA, atau background HP, atau casing HP jadi lebih berwarna atau sesuai selera 😀

Ketiga tips simpel untuk Booster Semangatmu kembali. Apa tipsmu?

Jetorbit Web Hosting

Cara Shalat Jenazah, Bacaan, Doa dan Niatnya.

Shalat Jenazah adalah salah sau shalat yang bersifat Fardhu Kifayah yang artinya wajib dikerjakan oleh sebagian kaum muslimin terutama yang berdekatan letaknya. Perlu dimengerti bahwa jika seseorang memulai sholat jenazah, maka menjadi kewajiban baginya untuk menyempurnakannya, kalau tidak, dia akan berdosa.

Namun begitu karena jarangnya kita melaksanakan shalat mayit ini maka kita sering tidak ingat terutama di bagian niat, juga bacaan serta tata cara shalat jenazah tersebut. Maka, untuk merefresh ingatan kita sejenak, menyegarkan kembali ibadah-ibadah yang terlupakan, maka berikut Poztmo sajikan untuk anda semua.

shalat jenazah / mayyit

 

Niat Shalat Jenazah

Sebagaimana sholat lainnya baik itu wajib maupun sunnat (seperti misalnya sholat Dhuha), niat merupakan bagian penting dalam unsur ibadah kaum Muslimin sekalian, berikut adalah niat sholat jenazah dengan huruf arab dan latin serta terjemahannya :

Niat Shalat Jenazah untuk Mayyit Pria/Laki-laki

اُصَلِّي علي هذا الَميّتِ ِلله تعالي

Ushallii ‘alaa haadzal mayyiti lillaahi ta’aala


Niat Shalat Jenazah untuk Mayyit Perempuan/Wanita

اُصَلِّي علي هذه الَميّتِة ِلله تعالي

Ushallii ‘alaa haadzihil mayyitati lillaahi ta’aala

 

Tata Cara dan Bacaan Shalat Jenazah

Setelah kita memahami dan mengetahui niatnya, maka berikut adalah tata cara melakukan shalat jenazah yang dianjurkan :
Urutan tata cara menyalatkan mayit :

  • Membaca niat shalat jenazah.
  • Melakukan takbir pertama diikuti dengan membaca ta’awwudz (أَعُوّْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ / A’uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim) kemudian diikuti dengan bacaan surat Al Fatihah.
  • Melakukan takbir kedua diikuti dengan bacaan shalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam seperti misalnya shalawat yang dibaca pada tasyahud akhir dalam shalat fardhu :

    أللهم صَلِّ علي محمد وعلي ألِ محمد كما صَلَيْتَ علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم وبارِكْ علي محمد وعلي أل محمد كما باركت علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

    Allaahumma shalli ‘alaa muhammadin, wa ‘alaa aali muhammadin, kamaa shallaita ‘alaa ibraahiima, wa ‘alaa aali ibraahiima. Wa baarik ‘alaa muhammadin, wa ‘alaa aali muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa ibraahiima, wa ‘alaa aali ibraahiima. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.Arti : Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.
  • Melakukan takbir ketiga diikuti dengan mendoakan sang mayyit, diantaranya doa yang sering dipakai adalah

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

    Allaahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘aafihi, wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzuulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa ‘adzaabannaar.Arti : Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.Jika yang dishalatkan itu mayit perempuan, orang yang shalat mengucapkan  اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا
    Yaitu dengan mengubah semua dhamir-nya menjadi dhamir muannats (kata ganti jenis perempuan).Adapun bila yang dishalatkan itu anak kecil, doa yang dibaca yaitu :اللّهُمَّ اجْعَلْهُ لِوَالِدَيْهِ فَرَطًا وَأَجْرًا وشَفِيعًا مُجَابًا‏

    Ya Allah, jadikanlah dia sebagai simpanan, pahala, dan sebagai syafaat yang mustajab untuk kedua orang tuanya.

    atau doa :

    اللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا، وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُورَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ سَلَفِ الْمُؤْمِنِينَ، وَاجْعَلْهُ فِي كَفَالَةِ إِبْرَاهِيمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيمِ‏

    “Ya Allah, perberatlah karenanya timbangan kebaikan kedua orang tuanya, perbanyaklah pahala kedua orang tuanya, dan kumpulkanlah dia bersama orang-orang shalih terdahulu dari kalangan orang yang beriman, masukkanlah dia dalam pengasuhan Ibrahim, dan dengan rahmat-Mu, peliharalah dia dari siksa neraka Jahim.”

  • Setelah selesai berdoa kemudian melakukan takbir terakhir (takbir keempat), diikuti dengan membaca doa :اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُAllaahumma laa tahrimnaa ajrahu, walaa taftinnaa ba’daharti : Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya.Kemudian memembaca salam ( السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ) ke arah kanan dengan satu kali salam.

Demikianlah ulasan religi agama Islam seputar niat, tata cara dan bacaan shalat jenazah. Semoga bermanfaat bagi kita semua, jika ada kesalahan penulisan atau terjemahan, penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Amin

Jetorbit Web Hosting

Rapalan Masa Silam

Yogyakarta, 12:56 AM, hujan.

Harum hujan dimalam dini hari sangat khas. Wewangian yang bertebaran di muka bumi ini menimbulkan celetupan kenangan akan masa lampau, masa 10-20 tahun silam. Ah, kenangan itu tersimpan dengan indah. Kenangan masa sulit kala itu. Masa bergejolaknya juga negri ini. Dinginnya malam ini disertai gemuruh geluduk diatas sana semakin membuat suasana menjadi romantis dengan kenangan itu. Ingin rasanya jemari ini menari diatas mekanikal keyboard untuk menuliskan cerita-cerita tentang keluarga jawa yang berkelana hingga ke pelosok timur negri. Masuk ke ruang waktu, kembali ke gambaran hidup di bagian timur pada waktu itu. Jauh dari kebisingan dan hingar bingar perkotaan Jawa.

..to be continued