Unnamed

~samudra~

Dalam mimpinya, ia berselimutkan salju ditengah hutan, namun yang terasa dingin hanyalah lengan dan kaki kanannya. Hutan itu gelap pekat, tak terlihat kilau bintang yang wajar terlihat ketika langit gelap. Lengan dan kakinya sakit menusuk bagai terpukul benda tumpul berkali-kali.

Bau amis yang makin terasa melesak masuk makinĀ  membuat ia percaya bahwa ini bukan hutan sesungguhnya. Ia mencoba menggerakkan kaki, basah. kaki kirinya mencoba menendang membuang salju, namun salju yang menumpuk itu tidak terbang melainkan berkecipak layaknya air.

Denging-an ditelinganya makin terasa jelas, sakit kepalanya makin menusuk. Alam bawah sadarnya mulai membangunkannya dari mimpi di tengah hutan bersalju.

..

Duka, Sedih dan Marah

Belum pulih duka bencana Lombok, timbul bencana besar di Palu, Donggala dan Sigi. Gelombang 7.4 SR menghantam permukaan tanah dan laut yang menyebabkan naiknya air laut atau tsunami, hingga meluluh lantakkan manusia dan bangunan yang ada di daerah berdampak.

Ditambah lagi tanah “hidup” yang melumat satu kampung Petobo hilang rata dengan tanah, atau yang disebut Likuifaksi oleh orang geologi. Kejadian tanah bergerak ini menyebabkan hilangnya hampir 1000 orang masuk ke dalam tanah. Innalillahi. Semua karena kuasa Allah Subhanahuwataala.

http://bangka.tribunnews.com/2018/10/06/gempa-palu-kampung-di-palu-ini-bergeser-sejauh-3-km-digantikan-kebun-jagung-dan-kol

Setelah kejadian bencana tersebut, ditambah lagi bencana susulan, yaitu “amukan” sifat manusia dikala datangnya waktu yang sempit. Aksi penjarahan datang dari orang yang bukan korban bencana, banyak yang bilang aksi ini akibat ulah mereka sendiri.

Sedih, masih ada dan banyak acara dan upacara pengorbanan kelaut. Mengorbankan hewan hidup hanya semata mata untuk meminta keberkahan. SALAH! Minta berkah hanya kepada Allah!

Sedih, melihat adanya reporter luar negri berpendapat bahwa kerja pemerintah dikenal lambat menangani hal ini. Entah karena ini lagi bulan kampanye atau ada hal lain.

Dunia banyak ikut turut andil dalam bencana ini. Apple menyumbangkan $1 million untuk korban, belum lagi dari berbagai elemen masyarakat. Semua turut mengambil andilnya masing masing dalam ikut berpartisibasi membantu korban.

Banyak cerita sedih nan pilu yang dialami oleh korban, didengar oleh relawan maupun dokter yang tanpa lelah bekerja demi sesama. Ada cerita yang keluarganya masih tidak ditemukan, ada yang tertelan tanah dan sebagainya.

Semua kejadian ini sangat sarat hikmahnya. Jauhi Syirik, dekatkan diri pada Allah semata. Minta kepadanya, bukan kepada makhluknya.

Ada rasa marah, karena saya hanya bisa membantu dengan uang yang tidak seberapa, ada rasa ingin membantu langsung, tapi apa daya, badan masih didera penyakit GERD, semoga cepat pulih diri ini dan Indonesia ku.