Jetorbit Web Hosting

Samawa

Bismillahirrahmanirrahim.

ditulis dari dalam kamar yang disediakan mertua untuk tamu nan jauh dengan single window terbuka menghadap pegunungan jalur Bima-Sumbawa. Ciamik.

Nama

Mungkin bagi sebagian orang tua, nama anak bisa diberikan dari apa saja yang “terlihat” baik dan yang terdengar layaknya lantunan arab. Saat wisuda 2017 lalu, ada wisudawati dengan nama “mawaddah wa rahmah” serentak seisi ruangan Grha Sabha Permana tertawa, lucu. Lucu karena nama ini biasa digunakan untuk memberikan ucapan selamat kepada pengantin. Namun sebenarnya maknanya bagus.

Read moreSamawa

Jetorbit Web Hosting

Luar

Rasa rasanya ini kali ke empat ke tanah ini. Tanah dimana ajang balapan kuda dijadikan sebagai tradisi dan hiburan bagi penduduknya.

Siang disini menyengat saling menerpa kulit kami, hingga sore muncul dengan angin musim kemaraunya yang membuat malam dingin tak berawan.

Kehidupan masyarakat sini masih menyisakan kejayaan akan dunia manual era tahun 90-an, walau telah hidup berdampingan dengan kemodern-an yang hidup bersebelahan.

Pembawa hasil bumi ke pasar pun masih terlihat beberapa dengan “cidomo”, kuda dengan penarik gerobak yang berisikan barang maupun manusia.

Terlihat dengan jelas, karena sayapun datang selang tahunan, bahwa ada gerakan peremajaan daerah dan tata kelolanya. Perapihan infrastruktur dan pemoderan-an berbagai alat pendukung.

Mungkin karena dana yang terbatas, atau mungkin karena kurangnya pengaturan pada tingkat atas (birokrasi) yang rumit, sehingga pengembangan ini terlihat lambat.

Sektor wisata disinipun masih enggan. Enggan untuk memasarkan alam wisatanya, enggan untuk mempersiapkan daerah wisatanya. Padahal, potensinya sangat bagus.

Seperti layakanya daerah “pinggir” lainnya, dimana sentuhan akan “perintah” dianggap akan “melukai” yang ingin ditertibkan. Takut karena “tidak enak” ini yang masih membuat daerah lambat untuk bisa “bersih-bersih”

Sistem Rolling pegawai pemerintahan sepertinya bisa digunakan. Walau tidak bisa semua jabatan di rolling. Hanya untuk sekedar melakukan gerakan “mendobrak” rasa ketidakenakan tersebut. Namun tetap dengan pendekatan persuasif sosial.

Bicara sosial, introvert sangat anti hal ini. Obatnya hanya satu, jalankan saja. 

Jetorbit Web Hosting

Mencoba Untuk Dapatkan Foto Milky Way

foto milky way

Foto Milky Way, itu yang ada di dalam tujuan jepret-an malam bagi hampir setiap photographer. Baik itu landscaper maupun normal (portrait dan lainnya). Untuk mendapat keindahan alam kita ini bisa gampang-gampang susah 😀 .

Yang saya coba ini berdasarkan pengalaman saja ya 😎

1. Star Chart (Android) -Ini adalah aplikasi yang bisa digunakan untuk mencari secara live lho, dimana letak perkiraan milky way di atas langitmu 😆. Aplikasi ini berbasis pada Augmented Reality , dimana kamu bisa langsung mensimulasikan dengan keadaan sekitar. Jangan lupa untuk nyalakan Location Service di hp yak 😁.

2. Kamera – Jelas kamera, masa pakai hati 😌, Saya menggunakan nikon D7000 (ciee). Pengaturan (umum, untuk semua kamera), yang biasa saya lakukan adalah :

  • Apperture (bukaan) di yang kecil, mulai dari F 8 – F 16
  • Shutter (waktu/timer) jika sudah gelap betul, masuk ke 30 detik hingga bulb (jujur belum pernah coba yang bulb 😀 )
  • Iso mulai dari iso 1000 – 1600 untuk menjaga noisenya.
  • Lensa yang saya gunakan adalah Sigma 10-20 F/4-5.6
  • Pastikan fokus kamera ada di mode infinity atau semua fokus. Putar – putar ring fokus sampai mentok. Pada sigma mentok fokus infinity putar ke kanan.

Mode ini khusus untuk foto milky way saja lho 😋, atau mungkin bisa juga digunakan untuk smooth photography water (halah)

3. Tripod. Gunakan tripod yang sturdy atau kokoh (cici 😐). Ini sangat penting untuk menhindari adanya getaran yang ditimbulkan. Getaran kecil bisa berpengaruh pada hasil gambar foto milky way kamu. Tripod kesayangan yang saya gunakan adalah Fotopro C51.
Nah berikut hasil foto milky way tersebut 😀 . Jangan lupa follow flickr page ya : https://www.flickr.com/photos/mahardhikagilang/

 

On top of us

Milky way

Milky way 2

 

Sekian mini tutorial tips untuk mendapatkan foto milky way  🌠

Jetorbit Web Hosting

Wisata Ceria Yogyakarta – Dieng

Gapura-Dieng

Wisata Ceria Yogyakarta – Dieng

Gapura-Dieng
Gapura-Dieng

(Bolak balik kurang lebih 5 Jam {plus foto-foto :p } )

Perjalanan ke dieng kali ini karena ide si hidung mancung ini yang ngotot pingin ke sana :p . Berangkat menggunakan motor (vario) dengan bensin full tank dimulai dari kurang lebih jam 7.15 pagi tanggal 2 Februari 2014 kita mulai membelah gerimis kecil di sekitaran Jogja. Mulai dari desa wisata sukunan, menuju jalan kabupaten dan tembus ringroad ke arah jalan magelang. Barang yg kita bawa ga sedikit dan ga juga banyak :p , hanya yang diperlukan saja. Kurang lebih ya 2 tas ransel dengan isi :

  •  Kamera (lengkap plus gearnya)
  • Tripod (patah akhirnya 🙁 )
  • 2 Full body jas hujan (ini penting! 😀 )
  • Jas Hujan buat tas
  • 1 Jaket tambahan yang tuebel 😮
  • 2 botol air minum.
  • Kacamata hitam 😎
  • Jiwa dan raga yang sehat :p

Motor pun meluncur ke daerah jalan magelang sambil clingak clinguk mencari makan pagi. Dan akhirnya pun mata tertancap pada bendera hijau bertuliskan Sop Ayam Klaten :D. Cukup dengan uang 50rb kembalian 30rb bisa mengenyangkan dan menghangatkan 2 perut keroncongan 😮 dan setelah selesai perjalanan pun dilanjutkan.

Sop-Ayam-Klaten
Sop-Ayam-Klaten

Jalur yang kita tempuh kurang lebih 120KM total perjalanan dengan 3x isi bensin, ya 3 kali 😀 untuk jaga-jaga sewaktu waktu pertamina jauh dari jangkauan daya dorong kaki :p . Sampai di kota Magelang sekitar pukul 8.20 pagi, di sambut dengan tulisan Magelang Kota Seribu Bunga-nya 😀 . Magelang ini kota nya bersih, dan sudah lebih maju melihat banyak perkembangan ruko dan masyarakatnya, berhubung hari itu hari minggu, saat melewati depan aloon aloon (ya bener tulisannya ga salah 😀 dan itu nama jalannya ) terlihat ramai penduduk Magelang sedang berkumpul menikmati pagi setelah hujan, dan kita terus berjalan lanjut ke Temanggung 😀

Magelang
Magelang

Kebanyakan dalam rute Yogya – Magelang – Temanggung – Parakan – Wonosobo – Dieng ini, hanya sedikit meilihat GPS dari smarthphone :hammer: karena petunjuk jalan yang ijo-ijo itu sudah cukup jelas 😀

Nah mulai dari sini ke arah Temanggung empat mata kita disajikan pemandangan yang ciamik! Beruntung hari cerah tapi dinginnya mantab! 😀 , di sekitar kiri perjalanan terbentang luas Gunung Sumbing dari ujung kaki ke kaki satunya lagi motor terus di gas :D.

Jalan terus mengarah ke Temanggung kelok kelok seperti mie  :hammers hingga sampai ke perempatan kecil yang sedikit membingungkan plang ijo ijonya, karena setelah kita lewati ternyata itu adalah jalur alternatif :hammer: pantas saja kota temanggung ko ga keliatan ya? 😀

Akhirnya kita ke arah Wonosobo \:d/ , Roda terus bergulir dan pertamina terus di kunjungi karena alasan ke belakang 😮 , melewati Parakan akan kembali di iringi dengan pemandangan gunung Sindoro, bisa berada di kiri dan kanan, dan ini melewati daerah Kledung yang memiliki rest areanya 😎 .

rest-area-kledung
rest-area-kledung

Sebelum kledung tengok kiri ternyata ada sawah sedang panen, langsung saja berhenti dan jepret2 dulu 😀

Numpang Senyum
Numpang Senyum
Jepret
Jepret

 

Panen-Padi!
Panen-Padi!

Dingin dan bau kampas rem, itulah salah satu aroma unik pengendara motor yang mengarungi jalanan gunung, makin lama makin tinggi dan semakin dingin, akhirnya berhenti di alfamart untuk beli beng beng :hammer: dan keluarin jaket tuebel (ada alfamart lho :D) dengan pandangan depan adalah kaki gunung sindoro. Jeketpun di lapis 2 dan perjalanan terus berlanjut.

Setelah melewati Parakan, sampailah di Wonosobo \:D/ . Cukup mengikuti tanda saja kita bisa sampai ke arah Dieng, kuncinya adalah mengikuti arah ke Kota dulu baru ke Dieng, naik teruuuuusssssssss sampai ke daerah Tieng (bukan Dieng, ini daerah sebelum dieng di penanjakan). Waktu menunjukan pukul 11 kalo ga salah inget :p

Dieng Top View
Dieng Top View

Selama perjalanan kiri kanan depan belakang adalah pemandangan yang menaktjubkan :wow: . Di jalan Dieng Raya ini kadang turun hujan hingga gerimis, jadi harus siap jas hujan. Ada tempat untuk melihat view jalan dieng raya ini, ga besar tempatnya, hanya untuk singgah, nguyuh dan makan2 saja :D, foto-foto sebentar lalu lanjut naik lage.

Dieng dari atas
Dieng dari atas

Jarum bensin hampir merapat ke letter E :D, waktunya isi bensin, dan sampai juga di Dieng dan masih gerimis deras atau hujan. Setelah isi bensin di perumahan yang menjual itu, lanjut ishoma dulu (istirahat, sholat, makan), ada Masjid besarnya di sana, tepat rada tengah jalur utama masuk ke daerah Dieng ini. Selesai sholat saatnya menikmati Mie Ongklok! :D.

Mie Ongklok ini disediakan dengan sate lho, versi travel ke dieng sebelumnya ga ada tuh sate2an 🙁 , rasanya sedikit manis pedas dan berkuah dengan tambahan teh hangat 2 total jadi 36rb sahaja :D.

Mie-Ongklok
Mie-Ongklok

Perut kenyang,  hujan dan gerimis masih kadang turun, jadi berhati hati dengan gear elektronik yang dibawa seperti kamera atau hp nya ya :p . Lanjut lanjut ke Candi Arjuna, oh iya makan mie ongklok dekat candi arjuna, ada juga jual kentang hangat khas dieng mantab dah poko e.

Tidak terlalu ramai Candi Arjuna ini, mungkin juga karena cuaca hujan yang sedang pulau jawa nikmati ini. Foto foto selesai dengan adegan patahnya tripod “Gara gara pake slr” :hammer:

Candi Arjuna
Candi Arjuna

Lanjut ke Kawah Sikidang, sebelumnya dikenakan biaya masuk daerah wisata sebesar 36rb untuk 2 orang, 1 orang 18rb saja + motor, ga tau ya kalo mobil :D, siapkan masker di kawah ini, karena baunya kaya maaf pispot  :tai:  :berbusa: , waktu sudah sore menunjukan pukul 4 sore lebih , saatnya lanjut ke Telaga Warna.

Kawah Sikidang
Kawah Sikidang

Di telaga warna ini, airnya lagi pasang sih alias volumenya naik, telaga yang berwarna biro eksotis ini sungguh ciamik, tapi sayang sekali karena tripod patah 🙁 jadi ga bisa berfoto2 ria alisa harus dengan bantuan “Mas tolong fotokan” 😀

Narsis dikit di telaga warna
Narsis dikit di telaga warna
Telaga Warna
Telaga Warna

Selesai survey telaga warna, karena sudah jam 5 kurang 10, kita cabut ke area parkiran dimana tinggal 2 motor saja :hammer: untung belum balik tuh penitipan helm 😀

Saatnya pulang \:D/ start jalan dari telaga warna jam 5, pasti sampainya malam, pasti lah 😀 . Udara dingin makin menjadi jadi , setelah melewati Dieng dan wonosobo, ternyata toko-toko di sini sudah mulai tutup, cepet banget ya, clingak clinguk lagi cari makan ga ketemu yang sreg di perut :D,di daerah Parakan ini kabut lumayan tebal, dan jarak pandang hanya 10-15 m saja, ini yang di samping kanannya gunung sindoro. Dan akhirnya ketemu warung makan di daerah Parakan, soto sapi 😀 , setelah makan lanjut lagi, kali ini ga ada kata lewat jalur alternatif karena daerah sini sepi, takutnya nyasar ga ada plang malah repot :hammer: , akhirnya tembus juga ke kota Temanggung, lumayan besar lah.

Temanggung, Magelang dan Akhirnya, Yogyakarta, diselimuti dengan hujan sedang, mata merah, kaki punggung badan pegal. Tapi perjalanan ini tidak akan terlupakan  :peluk

Jetorbit Web Hosting

Umroh Sebentar Lagi – Trip Perjalanan ke Luar Indonesia

Alhamdulillah, sebentar lagi tepatnya tanggal 15 saya dan keluarga akan terbang dan merapat bersama jamaah umroh lainnya di Makkah. Senang rasannya pertama kali keluar dari Indonesia ini dimulai (start) dari Makkah. Semoga menjadi langkah awal yang bagus. 

Bakal nulis banyak nih tentang perjalanan ke sana, Budaya, Cuaca, Makanan, Perjalanan, Jam terbang dan lainnya. Oke di sini dulu 🙂

Jetorbit Web Hosting

Kereta Ekonomi Ber-AC – Gajah Wong

Mungkin pagi para lokoers – para pengguna kereta api yang bergerak untuk merapat dari Jakarta (Pasar Senen) – Yogya (Lempuyangan / Tugu) or vice versa sudah mengetahui kereta ini. Apa yang beda dari kereta ini?

  • Ekonomi yang ber AC – yap, saya ga nyangka kereta ini bakal ber-ac, dengan bermacam pengalaman menggunakan kereta ekonomi (panas dan sempit), alhasil pake kaos tipis aja. Ternyata eh ternyata AC yg keluar dari atap setiap gerbong kereta. Tips : sewa selimut atau kalo ga mau bawa jaket karena suhu sangat dingin diperkirakan anda bakal hiperaksi 😆
  • Nyaman – Ya ini benar, pertama kali saya duduk pada kereta ini, antara lutut dengan lutut orang di hadapan anda tidak bakal ketemu, kecuali sengaja 😆
  • Bersih – Gerbong dalam setiap kereta ini cukup bersih, walau kelas ekonomi tapi patut di acungi 2 jempol kiri kanan 😀

Ya kira-kira itu lah pengalaman naik kereta Gajah Wong dari Tugu – Pasar Senen, estimated lama perjalanan kurang lebih 8-10 jam deh kalo ga macet 😀