Gemuk!

Alhamdulillah.

Bulan Ramadhan 1439 H (2018) ini memang terasa betul banyak “hadiah” dari Allah.

Le’ Yati orang kampun sini memanggilnya. Kami memanggilnya bude.

Perempuan tua sekitaran 50-an ini baru kemarin(2-3 bulan lalu) adalah mantan bu RT.

Pekerjaan utamanya adalah sebagai asisten rumah tangga. Kami menggunakan jasanya sekitar 1 tahun setelah pindah ke kampung ini.

Karena dibutuhkan banyak keluarga, dan demi membantu suami (pak RT sebelumnya) maka dia bekerja di multi keluarga. Mulai dari pukul 6/7 pagi hingga pukul 8. Lalu sebelumnya lanjut kedaerah seberang kampung dengan sepedanya, hingga jam 12 siang. Dan lanjut di tempat kami hingga sore.

Suatu hari, Bude ini tidak melanjutkan kerjaannya di kampung seberang, dengan alasan lelah dan jauh. Sebenarnya jika naik motor tidak jauh. Mungkin juga lelah alasan umur.

Dan akhirnya kerja di rumah kami mulai pukul 8. Alhamdulillah, fatih ada yang menemani dari pagi. Tidak perlu repot lagi kerja sambil di plinterin sama bocah. Oh ya, rumah Bude ini dekat dengan kami, hanya sekitar 20-30 meter saja.

Dengan bekerja dari pukul 8 hingga sore (fleksibel), maka otomatis uang sakunya juga ada kenaikan.

Waktu berjalan, dan datanglah waktunya pemberian THR (awal bulan juni). Kami menambahkan hampir full 1x gaji nya.

Bude lebih sering curhat atau cerita ke istri saya (jelas dong). Sore ini istri saya cerita.

“Saya seneng kerja disini mba (istri saya), saya bisa belikan Irnang (anaknya) susu. Sekarang lebih gemuk badannya” Cerita Bude.

“Lho sebelumnya ga minum susu?” Balas istri.

“Ndak pernah mba” balasnya.

Allahu akbar. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan. Senang rasanya bisa membuat orang lain senang.

Bagaimana jika ada 2,3 atau bahkan 1000 orang yang bisa saya berikan rezeki? Mereka senang, doa mereka pun bisa terlantunkan untuk pemberi kerja.

Yuk mari, yang membutuhkan pekerjaan, kami Jetorbit.com membuka lowongan kerja Online Sales. Gaji UMR Jogja. Tangguh (mau belajar, dan ga baperan). Jika cocok akan kami sekolahkan lebih tinggi!

Hubungi saya di: mahardhika@gilank.com

🙂

 

Timur

Aku orang timur yang rindu suhu dingin
Nampak wajar hal ini
Terlebih jika suhu udara mulai menurun
Awan gelap mulai menyelimuti, perlahan menutupi matahari
Dari terang, redup, hingga gelap

Aku orang timur yang sengaja mencari hawa dingin
untuk mendapatkan kehangatan
Bermanja dalam balutan jaket katun
Berkelut dalam selimut
Bulan november di mei yang panas, adalah hadiah

Jagung bakar, jagung rebus
Bukan sebuah pilihan untuk didebat
Lesakkan kenikmatan gemulai empuk jagung
Gemulai pucuk perbukitan menoreh memanjakan mata
Torehan karya Yang Maha Kuasa

Hutang A La Carte

Bismillah
mumpung hujan, dan belum banyak tiket support, coba berbagi mengenai hutang.
 
Hutang pada dasarnya boleh (Al Baqarah 282), namun jika terlalu sering, ditakuti akan mengubah mindset si penghutang, yang menjadi seakan akan hutang itu mudah dan tidak/malas untuk melunasinya.
 
Dalam ilmu manajemen barat, hutang ini jadi salah satu elemen faktor rating kepercayaan investor akan kelangsungan bisnis suatu perusahaan. Menurutnya semakin besar hutang, semakin bagus.
Karena hutang ini sifatnya mengikat, maka investor tidak akan takut uangnya dibawa lari atau perusahaan tutup bisnis.
 
Itu ilmu barat.
 
Lalu jika tidak ada utang, atau utang jangka pendeknya sudah lunas, bagaimana ratingnya? tingkat kepercayaannya? Ini yang diragukan, menurut ilmu barat.
Ditakutkan perusahaan kabur, perusahaan tutup dan lain hal. Padahal keuangan sehat.
Ini yang sulit bisa ditemukan antara si pengusaha dengan keuangan sehat/tanpa utang dengan investor model barat. Karena investor mindset barat melihat debt level nya.
 
Itu hutang perusahaan.

Upcoming

Belum lepas lelah ini menempel, matahari telah kembali ke peraduannya, semburat cahayanya menyeruak masuk melalui untaian sisa air hujan semalam di dedaunan yang tumbuh mempesona tanpa rintangan di depan rumah.

Hari itu, hari rabu. Walau subuh tetap wajib ke masjid, namun ba’da subuh tetap tidak bisa terjaga. Sunnah nabi pun terlewat oleh kantuknya mata.

Terlihat lelap tertidur dalam buaian angin pagi yang sejuk, bocah balita itu memposisikan badannya miring kiri dengan kaki yang hampir lurus berbaring, layaknya bagan huruf X besar yang disangga oleh guling dan bantalan. Nyenyak, lelap.

Walau terasa berat, memang sudah sewajarnya kaum pria menangani hampir seluruh keputusan. Baik dalam rumah, urusan keluarga maupun diluar, urusan kantor maupun kerjaan.

Memang betul, tak jauh dari keluarga adalah hal yang nikmat, namun dalam kenikmatan, ada ujiannya tersendiri. Manusia tak luput dari ujian.

Percayalah, menjadi pekerja yang bekerja dirumah dengan mengurus bocah, sungguh sangat tidak mudah. Stock kesabaran harus ada setiap saat, ready stock, JIT jika perlu!

Lokasi Telaga Biru Semin Jogja

telaga biru semin jogja

Telaga biru semin adalah tempat rekreasi di jogja yang bisa kamu kunjungi bersama keluarga. Pada mulanya telaga biru semin ini adalah tempat bekas pertambangan yang pada akhirnya terkikis oleh air hujan dan menjadi berbentuk danau. Akibat dari air hujan ini pun membuatnya menjadi empat kolam yang masing masing dalamnya mencapai 5 hingga 8 meter. Warna biru yang mewarnai danau ini diperkirakan karena akibat dari campuran bekas tambang, lumut dan berbagai macam campuran tumbuhan, yang membuatnya seperti warna danau kelimutu.

telaga biru semin
telaga biru semin

Jika ingin berenang disini bisa langsung menghubungi penjaga setempat dan akan diberikan pelampung sebagai pengaman.

telaga biru semin
telaga biru semin

Lokasi telaga biru semin ini bisa ditempuh jika anda dari jogja, maka bisa langsung menuju arah solo (melewati jalan solo), lalu pada saat di dekat area Prambanan & Klaten, berbelok ke bagian arah Cawas. Disana ada pertigaan lalu belok kiri mengambil arah Sukoharjo. Nanti anda akan menemui tugu batas antara Sukoharjo dan Gunungkidul lalu ikut jalan cor blok. Menempuh 2 Kilometer dan anda akan sampai di lokasi telaga biru semin ini.

Berikut ini adalah gps google map ke lokasi telaga biru semin

 

Tiket masuk untuk ke lokasi telaga biru semin ini relatif murah. Untuk pengendara motor hanya dikenakan Rp 2000 saja per motornya. Sebagai tambahan catatan, lokasi telaga biru semin ini berada di dusun Ngemplak, desa candirejo kecamatan semin.

 

Basahnya Kota “Raja”

Seminggu penuh dilewati sudah tanpa adanya absen air langit menyentuh tanah kota “raja” ini disetiap malamnya. Entah itu hanya menyapa dengan hujan ringan pun juga dengan derasnya bongkahan air langit ini hingga pagi menjelang.

Hujan adalah anugrah. Anugrah dari ilahi yang sepantasnya kita bersyukur karenanya. Namun banyak beberapa lokasi dewasa ini yang tidak sanggup menahannya, entah karena akibat dari ulah tangan manusia masa lampau atau memang sudah saatnya.

Terkadang, hujan menimbulkan rindu. Rindu akan suasana. Suasana yang akan membawa kita pada masa sebuah singkong hangat yang ditawarkan oleh ibunda teman sangat nikmat disantap. Suasanya dimana setiap insan pasti memiliki momen yang diingat dikala hujan mendera. Saat-saat dimana pedagang ote-ote dikerumuni oleh bocah-bocah yang istirahat dari bermain bola di derasnya hujan.

tawa-hujan

Lain pulau, beda cerita. Hujan orang rumahan bersuara kan seperti intonasi “ZZZ”. Beda halnya dengan suara hujan yang jatuh di tanah lapang yang hanya berisikan pohon jati, pohon minyak kayu putih dan luasnya lapangan sepak bola. Yap, Zaytun. Yang kamu dapatkan saat hujan adalah intonasi rendah dari suara “ZZZ” tanpa adanya tambahan amplifier. Lapang, syahdu dan rindu.

Redanya hujan meninggalkan bekas. Oh itu pasti kawan, hingga langit rumah yang belum genap 1 tahun ditempati pun sudah mulai melihatkan flek hitamnya. Hewan rumahan pun mencari tempat berteduh, bergemul dengan bulu yang ada untuk menahan dinginnya hujan.

Yang kuingat dulu di kota dengan masih menjalankan sistem kekerajaan ini saat bermandikan hujan adalah ketika berlari dengan belalang tempur menuju utara kaliurang. Sepanjang jalan, rintik pun tak kuasa menahan dorongan bongkahan rintik besar untuk turun menyerbu sepasang pemuda pemudi yang sedari tadi tolehan kepalanya, kiri kanan mencari warung jas hujan. Ntah apa yang ada di pikiran pemudi, sang pria bergegas memutar otak untuk satu tujuan, makan. Perut kosong dalam kedingingan akan menimbulkan halusinasi yang berlebih dan mual serta berbagai macam penyakit derivatif lainnya yang bisa mengakibatkan lumpuhnya ekonomi dunia permahasiswaan.