Dua Ramadhan

Ramadhan 1438 hijriah ini berbeda. Tahun lalu pada hari pertama puasa, berjibaku dengan kelahiran anak. Kali ini pun masih sama. Namun lebih besar badannya.

Puasa pertama dilalui di kampung halaman, Pemalang. Seperti biasa, masjid di samping futsal ini menunaikan 23 rakaat dengan formasi dua-dua, dengan witir 2-1. Rakaat kedua selalu melantunkan surat Al-Ikhlas. Dan seperti biasa pula, hari pertama pasti rame, full, penuh sesak dengan anak-anak serta remaja, yang dimana hari hari berikutnya turun drastis. Mungkin mereka lebih terlena dengan suara letusan mercon dan hingar bingar nyala api petasan.

Di masjid ini, Baiturrahman, terlihat beda saat imam shalat isya dan terawih. Mungkin sudah ada yang bisa menebak. Ya, saat shalat isya, imam membacakan surat dengan intonasi santai dan pelan. Namun begitu masuk tarawih, bagai orang yang ingin segera selesai (memang begitu adanya) intonasi ga bisa santi dan sangat cepat. Dan akhirnya pun tarawsih 23 rakaat yang sudah termasuk witir diselesaikan dalam kurun waktu 30-40 menit saja. Jam 8 pas atau kurang sudah selesai.

Seminggu berjalan puasa, lalu balik ke Jogja.

Alasan utama balik ke Jogja adalah, untuk ikut merayakan milad Fatih dengan membagikan makanan untuk berbuka puasa, 120 box ayam goreng + nasi Ayam Penyet Suroboyo pun dibagikan. Disini, di masjid Al Barokah, punya keunikan tersendiri, yang saya bilang ini sangat bagus. Ada daftar nama warga yang ingin menyumbang setiap harinya, betul, setiap hari. Bisa 2-3 orang perharinya. Menyumbangnya bisa menu untuk berbuka maupun makanan, bebas.

Ini membuka kesempatan dalam bersedekah, apalagi dibulan suci ini.

Dalam praktik shalatnya pun sedikit berbeda. Perbedaan bukan pada dasar, namun hanya pada jeda shalat tarawih. formasi rakaat disini adalah 4-4-3. Seperti dulu di sekolah. Ketika di pemalang, setiap ingin melakukan tarawih, baik dari isya ke terawih, pasti ada lantunan bacaan bilal tarawih seperti “Shollu Sunatan tarawih rakataini jami’ arrahimakumullah”. Namun di masjid Al-Barokah ini tidak ada. Hanya menggunakan tanda mata atau bisik-bisik. Lucu.

Hal lain adalah ketika waktu imsak tiba. Bilal masjid mengumumkan “IMSAAAKK” pada waktu 15 menit sebelum waktu shalat subuh tiba. Lucu, mengingat masjid persis disebelah rumah.

Semoga amal ibadah kita diterima Allah. Perbanyak ibadah, baca quran, dan sedekah.

Wassalamualaikum

Leave a comment