in Bacaan

Ini Ujian

Ujian silih berganti, biasanya tingkat ujian juga naik dari yang mudah hingga sulit sesuai taraf “pendidikan hidup” yang di jalani. Setiap manusia tidak akan luput dari ujian dari -Nya, termasuk saya. Musim pengejaran dosen pembimbing pun telah tiba dan sedang dijalankan. Setiap mahasiswa di “paksa” untuk terus berkomunikasi dengan dosen pembimbing (untuk seterusnya dosbim) paling tidak 1x dalam seminggu. Cukup ringan sebetulnya Jika dan hanya Jika dosen tersebut mudah untuk diajak berkomunikasi dan kooperatif. Lain halnya dengan dosen yang sejak awal di hubungi tidak respon sama sekali. Email, SMS, Line, Telp? pun telah di lewati. Nihil. Ntah apa maksud dari dosen ini, sesibuk itukah hingga tidak ada respon?

Lain ladang lain masalah, datang bagaikan petir di langit mendung (baca:biasa), kabar dari si “bos” tentang adanya efisiensi di perusahaan. Hm, ya mau ga mau kena, dan it’s ok, i got it. InsyaAllah mudah-mudahan lulus ujian “ini” dan mendapatkan nilai A+ diganjar dengan apapun itu 🙂

Sekian curcolongan kali ini. Wassalam.

 

Write a Comment

Comment