Jalan Masih Panjang – Cloud Research dan Cara Berpikir


Bingung 1 menit untuk membuat judul yang sesuai untuk post ini. Hari ini adalah hari sebelum esok (minggu 30/06/2013) mulai ujian TPA untuk Pascasarjana Universitas Indonesia, dan sangat berharap lulus, amin ๐Ÿ™

Seperti yang belum pernah saya bilang :hammer, saya sedang melakukan research cloud di kantor yg dimana tidak bisa saya sebarluaskan secara menyeluruh, tapi bisa kita bahas nanti di postingan berikutnya ๐Ÿ˜€

Cloud infrastruktur ini jika sudah tau tidak terlalu rumit lho :D, karena konsep awal dari pengembangan cloud ini adalah Grid Computing, dimana kita bisa merasakan 100% uptime pada server yang kita isikan aplikasi. Cloud yang saya gunakan adalah openstack, banyak vendor yang membuat built-in script, yang hanya 1 klik langsung keinstal semua komponen itu, say no to instant! (kecuali indomiehh :genit: )

Komponen dalam cloud bisa dibagi menjadi 3 hingga 4 tergantung kebutuhan kita juga ya :o.

  1. Compute Node
  2. Controller Node
  3. Network Node
  4. Storage Node

Ke empat node ini banyak memiliki komponen lagi di dalamnya yang nanti akan saya coba bahas di postingan berikutnya, di sini cuma sesi curhat dan uneg-uneg saja ๐Ÿ˜ฎ

Dalam prakteknya, mulai dari sisi topology apa yang akan kita gunakan yang disesuaikan dengan kebutuhan, konfigurasi, trial error dan troubleshooting tidak semudah yang dibayangkan dan juga tidak sesusah seperti panjat pinang ๐Ÿ˜ฎ

Oke, sekarang kita bahas cara berpikir, ini tidak termasuk cara berpikir dalam research, maksudnya adalah kita akan membahas apakah kuliah itu harus?ย Ini pertanyaan seperti, makan mie telor ato indomie :hammer:

Sebelum membahas ini, apa tujuan kita terlebih dahulu? Apakah itu kerja atau kerja + karir? Jika itu pilihannya kerja + karir yang otomatis akan menanjak seiring derajat kemiringan tubuhย ketekunan dan lain lainnya, maka yuk kita bahas more deeper.

Tidak masalah kuliah itu di universitas swasta atau negri, yang menjadikan tolak ukur hanyalah kualitas mahasiswanya, kalo geblek taro di ITB ya sama saja, sukur-sukur bisa nyontek terus jadi orang, kalo ga? jadi bubur aja ๐Ÿ˜ฎ

Contoh : si Budi (tidak mereferensikan siapapun :p ) dalam hal ini adalah seorang desainer grafis ( ngaku-ngaku :D) yang sudah malang melintang mendesain logo, website, brand suatu organisasi dan sebagainya. Yah hasil not bad lah karena si Budi tidak mengambil kuliah apapun (DKV contohnya) dan langsung ingin terjun ke dunia kerja.

Alhasil dalam perjalanan Budi pengerjaan order-an dia yang seharusnya contoh hanya 1-2 minggu, bisa molor hingga berbulan bulan, kenapa? Ya betul, karena pengalamannya masih sedikit! “Ah yang pengalamannya sedikit sih memang gitu awalnya” Betul!ย Bagaimana memangkas waktu belajar ini? Yak dengan kuliah! Cara berpikir atau kata mastah Ikmalย adalah pola pikir yang dibangun pada saat kuliah yang akan disesuaikan pada saat melakukan sebuah pekerjaan!. Dengan ini kita tidak usah lagi repot melakukan “trial dan error” yang berlebihan pada suatu project / order-an karena kita sudah tau jalannya.

Misalkan saja ya ๐Ÿ˜ฎ , untuk membangun sebuah website brand ternama XXX, jika kita tau cara berpikir atau jalannya, maka kita akan membuat list sesuai yang ada dikuliah, ya bisa saja seperti : Bagaimana struktur database yang bagus, mengoptimalkan script, cross over browser dan lainnya. Ini kita tau tanpa pengalaman tapi ada dikuliah dan memangkas waktu pengerjaan yang ada hanya tinggal masalah praktek saja.

Jika kita tidak tau caranya terus? Ya masalah, bisa saja kita asal bikin script, maksudnya nyontoh script2 gratis yang sudah ada, database asal hajar saja, susunan script tidak optimize, apa yang terjadi? untuk 1-6 bulan mungkin ok, jika ada penambahan traffik? perubahan versi script? Harus gali-gali lagi! Waste of time kata billy joe :p

Jadi intinya adalah, itu keputusan Anda-anda semua :), tidak ada yang melarang untuk tidak kuliah (kecuali ortu ya ๐Ÿ˜€ ) dan memang Anda fast-learner , briliant (playboy kalo ironmin :o) silahkan saja ๐Ÿ˜€

 

Wassalam.

 

Leave a Reply