Mengetahui Tujuan Hidup (Muslim)

Share ke Sosmed

Memasuki tahun ini, tahun 2017, tahun dimana terpenggalnya usia-usia, bertambahnya tanggung jawab. Semakin banyak yang harus diperbuat dan dipikirkan. Semakin banyak gerakan gerakan strategis dengan mengurangi ritme gerakan-gerakan percobaan. Mengurangi “coba ah” menjadi “harus jadi”. Bertambahnya tahun, juga ikut bertambahnya tahun para pemuda pemudi yang dibawah usia saya. Mereka yang dulu masih planga-plongo, sekarang sudah mulai galau. Galau mencari jati diri dan tujuan hidup.

Terkadang beberapa diantara mereka bertanya secara tidak langsung, melalui social media, untuk apa menikah? untuk apa kerja? bukannya jika tidak maka tidak mengapa? Lain waktu, mereka habiskan juga dengan berhura-hura, sia-sia. Nongkrong sana kemari tanpa batasan waktu. Tanpa tau jika uang bisa habis. Namun, setelah gundah gulana mereka, terkadang pula mereka cepat sadar, ntah itu dari alarm luar (baca: ada yang ngasih tau) atau dari alarm internal mereka (baca: sadar sendiri). Lalu mereka mulai merunut kebelakang, dan berpikir what the hell am i just doing? sambil mengutuk diri.

Mari kita diskusikan perlahan sobat, tenang. Terkadang hal yang membuat tenang kita adalah hal mendasar, wudhu.

Diskusi ini saya tujukan untuk kamu yang Muslim, kenapa? karena Al Quran menjadi pedoman hidup akan lebih mudah menguak gundah gulana dari mengetahui tujuan hidup ini. Dimulai dari satu baris ayat ini QS. Adz Dzariyat: 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.

Dari ayat ini sudah jelas jika kita ada di dunia ini untuk beribadah kepada Allah. Niatkan semua hal yang kita jalani untuk beribadah, untuk mendapatkan ridho-nya. Jangan kamu pikir ibadah itu cuma berdoa, shalat, sembahyang di masjid atau di tempat ibadah. Bukan, bukan itu. Itu hanyalah sebagian dari ibadah secara total. Hubungan kita didunia dengan manusia dan hubungan kita dengan sang pencipta adalah ibadah. Doa, shalat dan sembahyang yang kita lakukan adalah ibadah vertikal, ibadah kepada sang pencipta, sedangkah ibadah dengan menjalin silaturahmi kepada manusia ini bisa dilakukan melalui banyak hal. Bekerja, belajar, membantu orang, bersedekah, zakat, menjaga alam adalah ibadah juga.

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115)

Nah tuh, ayat di atas ini sudah jelas ngasih tau. Jangan kamu pikir kamu dilahirkan tanpa sebab, semua yang ada pasti karena suatu hal, sebab-akibat. chain reaction. Maka dari itu kamu harus menelaah dalam dirimu sendiri. Memang sulit mencari jati diri. Tapi biasakan, shalat, berdoa dan usaha, pasti akan ketemu apa passion hidupmu, apa yang kamu cita-citakan. Fokuslah pada niat baik, pada hal beribadah, pada hasil yang bermanfaat bagi orang banyak.

Contoh : Kamu sudah tau jika keahlian kamu adalah berbicara. Kamu bisa berbicara dengan lancar, dan tata bahasamu bagus, sehingga orang-orang langsung cepat percaya dan mendengar percakapanmu. Dari sini kamu niatkan, niatkan keahlianmu ini bisa berguna bagi orang lain, bagi kamu, bagi keluarga terdekat. Misalkan untuk membuka privat berbicara didepan umum. Atau membuat buku mengenai berbicara depan umum yang baik dan benar.

Semua itu harus diniatkan, dari niat pasti akan muncul ide, dari ide akan muncul langkah-langkah apa yang harus ditempuh agar ide ini tercapai yang biasa kita sebut strategi. Tanpa sekolah terlalu tinggi sekarang kamu sudah memiliki langkah dasar, baby step, untuk masa depan yang jelas. Kurangi gundah gulana.

Setiap permasalahan, harus dicari solusinya. Lets say masalah kamu sekarang, umurmu sudah matang untuk perkawinan. Usiamu (cowok) sudah menginjak atau masuk 25. Sedangkan untuk cewek biasanya sudah merengek nikah umur 23-an. Ga saya ga akan bilang suruh cari cewek/cowok untuk pacaran. Namun sekali lagi saya akan bilang, NIAT. Sudah banyak yang mencontohkan apa yang saya bilang ini. Dengan niat, walau kamu itu jomblo ketes ketes, pasti cepat juga akan menikah. Niatkan kamu nikah, misalkan, di semester akhir 2017 ini. Berdoa dan niatkan, apa yang ingin kamu dapatkan, pasangan seperti apa yang ingin kamu labuhkan hatimu (ceileee). Berusaha, coba beranikan diri untuk berbicara dengan target, dengan orang tuanya, dateng kerumahnya, sendiri. Gentle bro :D. Ga usah terlalu banyak wacana, karena yang dilihat dari lelaki itu hasilnya, bukan wacana kaya UUD.

 

 

Share ke Sosmed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *