Mulailah Dari Sekarang

Post ini akan saya share tulisan dari Tere Liye, penulis terkenal indonesia

—————–

*Tidak dalam semalam

Kalian lihat anggota DPR yang ditangkap KPK, baik cowok maupun cewek? Kalian lihat pasangan suami-istri bupati, walikota yang ditangkap KPK? Kalian lihat pejabat2, menteri2, yang ditangkapi KPK. Cantik-cantik, tampan-tampan, tapi berhati busuk.

Mereka semua penjahat yang tidak lahir dalam semalam. Tidak simsalabim lantas jadi jahat..Mereka tumbuh jadi jahat melalui proses “pendidikan” yang amat panjang. Bahkan dimulai saat diperut Ibunya. Kalian silahkan tidak setuju dengan tulisan ini, tapi sungguh terlalu banyak kebenaran dari hal ini.

Fase pertama. Kita mungkin tidak peduli lagi, tapi ketahuilah, hal paling pertama, mendesak dan penting dalam pendidikan seorang anak adalah: memastikan apa yang dia makan, apa yang dia minum, adalah halal dan thayib. Gila sekali, bayi2 kita dikasih nasi yang uang belinya dari korup, balita2 kita dikasih susu yang kita tahu sekali di dalamnya ada uang nista. Itu akan menjadi darah, daging, menjadi otak, dsbgnya, dsbgnya, bagaimana mungkin kita berharap anak-anak kita tumbuh saleh dan salehah jika orang tuanya tidak peduli soal 100% nafkah keluarga halal dan thayib.

Fase kedua, pendidikan di keluarga. Teladan di keluarga. Dinasti kekuasaan yang korup, jelas adalah hasil teladan keluarga. Orang tuanya korup saat jadi penguasa, maka anak, menantu, cucu, ya jelas saja masuk akal jika korup. Tukang bohong, tukang selingkuh. Apakah kita menanamkan sikap jujur kepada anak kita? Memberikan teladan nyata? Atau hanya omong kosong saja? Banyak keluarga yang berlagak menanamkan kejujuran pada anak2nya, tapi ketika keluarganya tersangkut kasus, melanggar hukum, mereka mencari cara membebaskan, membela, atau apa saja dilakukan sebagai pembenaran. Tidak mau sama sekali menerima kenyataan di depan matanya. Itu kan jadi lucu sekali? Keluarga akan mendidik apakah anaknya akan jadi tukang ngeles, penuh argumen, menyalahkan orang lain, menyalahkan sistem, atau sebaliknya akan punya pemahaman lebih baik.

Fase ketiga, lingkungan sekolah. Silahkan survey ke koruptor2 itu, tukang suap, tukang nyogok, menilap uang rakyat, apakah mereka dulu tukang nyontek saat sekolah? Saya sih tidak akan surprise melihat hasil survey-nya. Negeri ini punya masalah serius sekali soal integritas di sekolah2. Sudah jadi rahasia umum, anak2 kita menyontek, bahkan massif jadi budaya. Apa yang kita harapkan dari anak2 yang sejak dini sudah nyontek? Mereka akan tumbuh jadi pejabat yang jujur? Aduh, itu sama seperti berharap pohon kaktus berbuah mangga. Impossible.

Fase keempat, lingkungan masyarakat. Nah, lagi-lagi, apa yang kita harapkan dari generasi muda, jika setiap hari kita mempertontonkan ketidakjujuran, kecurangan? Dalam hal paling simpel saja, curang. Mereka besar akan jadi apa kalau lingkunga masyarakatnya tidak ada teladan baik? Di televisi, di media massa, di media sosial, penuh dengan teladan buruk. Nasib, sungguh nasib sekali sebuah kaum yang lebih sibuk memberikan teladan buruk, tapi berharap besok jadi lebih baik.

Empat fase ini adalah proses panjang mendidik seorang anak. Saat mereka besar, berkuasa, jika mereka jahat, itu adalah akumulasi proses yang korslet.

Saya tetap percaya, kita masih punya masa depan. Saya akan terus percaya, kita masih bisa memperbaiki banyak hal. Bagaimana caranya? Maka mari mulai dari rumus pertama catatan ini: pastikan nafkah keluarga kita halal dan thayib. Tidak ada tawar-menawar. Mati-matian diusahakan 100% harus bersih, pure, tanpa noda. Kita sudah mati2an saja kadang masih nyelip juga, apalagi yang santai sekali. Setelah fase pertama ini beres, baru beranjak ke fase berikutnya, didik anak2 kita dengan teladan kejujuran. Carikan anak2 kita sekolah yang mengajari kejujuran, kemudian berikanlah teladan kejujuran dari lingkungan masyarakat. Insya Allah, generasi lebih baik akan datang. Karena sungguh, juga tidak dalam semalam kita bisa melahirkan generasi seperti ini. Orang2 baik itu tidak lahir instan, mereka juga produk pendidikan panjang yang menakjubkan.

Mulailah dari sekarang.

*Tere Liye

——————

Leave a comment