Penyakit itu bernama Manusia

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Islam itu berdiri di tengah. Tidak terlalu “kiri” dan tidak terlalu “kanan”. Seimbang.

Dalam proses balancing ini, sering kali dijumpai banyak tantangan dan halangan.

Begitu juga dengan hidup. Hidup seimbang lebih baik, tidak terkiri maupun terkanan.

Bersosial maupun bekerja. Harus seimbang.

Namun namanya manusia, tetaplah ladang salah. Lebih baik salah itu diucapkan, ketimbang didiamkan.

Pendiaman kesalahan ini yang akan mengakar, dan akan menjadi pembenaran terhadap yang salah.

Yang tau benar tidak mengingatkan, juga tak luput dari dosa. Dosa karena tidak mengingatkan.

 

Leave a Comment