in Bacaan, Islam

Tafsir Ibnu Katsir Al-Quran Surat Al-Maidah 51-53

Ayat 51
53
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimping(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebagaian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. 

Ayat 52

52

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-nya), atau suatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. 

Ayat 5351

“Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.

Tafsir dari ketika ayat diatas berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir (hal 106-108)

Allah Tabaraka wa Ta’ala melarang hamba-hamba-Nya yang beriman mengankat orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin mereka, karena mereka itu adalah musuh-musuh Islam dan musuh para pemeluknya, semoga Allah membinasakan mereka. Selanjutnya Allah Ta’ala memberitahukan bahwa sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian lainnya. Dan setelah itu Allah mengancam, dan menjanjikan sikasaan bagi orang yang mengerjakan hal tersebut. Allah SWT berfirman, “Barang siapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” Ibnu Abi Hatim mengatakan dari ‘Iyadh, “Bahwa ‘Umar pernah menyuruh Abu Musa al-Asy’ari untuk melaporkan kepadanya pemasukan dan pengeluaran (yang dicatat) pada selembar kulit yang telah disamak. Pada waktu itu, Abu Musa al-Asy’ari mempunyai seorang sekretaris beragama Nasrani. Kemudian sekretarisnya itu menghadap ‘Umar untuk memberikan laporan, maka ‘Umar sangat kagum seraya berujar, ‘Ia benar-benar orang yang sangat teliti. Apakah engkau bisa membacakan untuk kami di masjid, satu surat yang baru kami terima dari Syam.’ Maka Abu Musa al-Asy’ari mengatakan, bahwa ia tidak bisa. Maka ‘Umar bertanya: ‘Apakah ia junub?’ Ia menjawab: ‘Tidak, teteapi ia seorang Nasrani.’ Maka ‘Umar pun menghardikku dan memukul pahaku, lalu berkata: ‘Keluarkanlah orang itu.’ Selanjutnya ‘Umar membaca “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimping(mu)”.

 

Write a Comment

Comment