Bukan Batu Karas

Alhamdulillah.

Alhamdulillah telah sampai pada idul fitri 1 syawal 1440 Hijriyah di tahun 2019 masehi.
Ada diantara kami yang tidak sampai sini. Bahkan puasanya pun tidak.

Harum tanak masakan persiapan membuat lontong, hiruk pikuk tetangga menyiapkan masakan ayam yang berubah menjadi opor dengan ahlinya. Ah.. Kapan balik ke pemalang kita. Tempat antara tegal dan pekalongan yang sering disalah artikan dengan malang. Tempat ibu dan bapak.

Entah sampai kapan berduel dengan dua bocil. Vertigo yang kambuhan saat mendengar rengekan malam mereka. Asam lambung yang kadang bersahabat, Alhamdulillah selama puasa bersahabat, namun tidak saat berbuka.

Selama puasa, asam lambung cenderung lebih baik terkontrol. Memang terbukti ucapan dokter jika puasa malah lebih baik. Namun anehnya jika berbuka, menanjak dengan cepat. Alhasil berbuka dengan kurma atau bukaan secuil dan makan besar 1 jam setelahnya.

Mulai dari sahur awal puasa tahun ini, istri tidak ditempat. Jaga. Stase obsgyn yang faktanya sangat melelahkan. bagi dia pun saya. Naasnya ini berdampak besar bagi kami, dengan dua bocil. Seringnya, asi di pompa dan dikirimkan lewat gojek dengan gosend nya itu. Sangat memudahkan.

Semoga perjuangan ini bermakna, bukan seperti batu karas, tapi batu berlian, semakin di uji semakin berkilau. Semakin berjuang semakin berpengalaman.

Leave a comment