Apa itu Hosting? Pengertian Hosting dan Domain

Apa itu hosting?

Beberapa dari kita masih belum mengerti apa pengertian dari hosting ini. Kita harus cepat mengetahui apa pengertian dari hosting dan juga domain karena pada belakangan ini sudah dan sedang terjadi booming penggunaan website untuk berbagai macam keperluan.

Anda sedang membaca artikel saya ini, dimana artikel ini ada di website yang memiliki domain gilank.com yang di hosting (host) atau bertempatkan di Jetorbit.com

Hosting adalah ibaratnya sebuah tempat (mesin server/komputer) untuk menampung  website. Lalu dimana bisa mendapatkan hosting untuk segera meng-onlinekan website? Salah satunya bisa hosting di Jetorbit.com. Dimana Jetorbit.com telah melayani berbagai macam kebutuhan pengguna website selama 5 tahun.

Jika begitu, apakah bisa website saya di “tampung” di komputer sendiri? Bisa iya bisa tidak. Syarat agar website anda bisa diakses oleh orang lain adalah menghubungkannya dengan internet. Namun bukan berarti laptop atau komputer yang sudah bisa internetan bisa digunakan untuk hosting website. Yang diperlukan lagi adalah alamat IP publik. Baca apa itu alamat ip publik?

Hosting itu ibarat apartemen. Tau kan jika apartemen itu kita menyewa kamar yang cukup besar untuk kita huni seperti rumah. Sama seperti hosting. Dimana kita menyewa “tempat” untuk meletakkan website kita agar bisa online, agar bisa diakses oleh publik.

apa itu hosting

Lalu apa bedanya kita meletakan website di komputer sendiri dibandingkan dengan menaruh di hosting? Seperti yang sudah saya tuliskan diatas, ditambah lagi, agar website yang kita miliki ini dapat di kunjungi oleh publik dan juga bisa diakses kapan saja. Untuk menjaga kestabilan hosting maka diperlukan untuk menjaga atau melakukan maintenance agar server yang digunakan tetap nyala dan berjalan dengan baik.

Bagi anda yang masih pemula tidak perlu ragu lagi jika ingin belajar. Sekarang sudah banyak yang menyediakan hosting dengan biaya yang cukup murah. Lebih murah dari penggunaan pulsa anda dalam sebulan. Untuk mendapatkan benefit yang lebih besar, bisa anda lihat di Jetorbit.com

Posting Blog WordPress dari Android

Hola!, Mungkin ada beberapa yang belum tau bahwa untuk melakukan posting ke blog berbasiskan wordpress bisa melalui aplikasi android yaitu WordPress for Android bisa di download di : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.wordpress.android&hl=en

Aplikasi ini memudahkan kita untuk melakukan posting, tanpa harus melakukan load ke website melalui browser. Semua fitur akan sama seperti ketika kita membuka melalui browser. Silahkan dicoba!

 

Apa Kita (Provider) Seburuk Itu ?

memilih-hosting-dengan-baik

Sebelum memulai sedikit “cerita” ini, bahwa yang di maksud Kita (Provider) di judul ini adalah para pengusaha atau perusahaan Hosting yang menyediakan layanan Hosting dan Domain untuk Website.

Disini saya berdiri dari sisi pengguna dan pengusaha. Dalam kasus di link ini : http://ads.id/forums/showthread.php/222294-ASK-Hosting-yang-bagus-untuk-blog-indonesia . Thread Starter (TS) atau yang membuat thread diskusi tersebut bermula dari kekecewaan salah satu penyedia hosting di tempatnya. Dimana mereka mengubah paket yang telah berjalan tanpa diketahui oleh klien atau pengguna mereka. Memang betul keluhan ini harus ada untuk menjaga iklim yang kondusif dari sudut pandang ketepatan atau janji produk dari provider ke konsumen. Sangat disayangkan, padahal provider dalam kasus ini cukup lama telah menggeluti bidang ini, seharusnya mereka bisa menghandle berbagai macam keluhan yang ada dengan baik.

Baik, kita pinggirkan masalah ini dulu dan biarkan provider ini yang menangani masalah ini. Apa yang menjadi efek dari satu problem ini adalah muncul banyaknya rentetan para konsumen yang ada di thread tersebut menyatakan mereka mengeluhkan provider dalam negri itu “payah” dalam arti sesungguhnya. Ya betul payah, mereka dengan semena-mena melakukan penyamarataan kualitas untuk bidang bisnis ini.

Are we(provider) that bad, huh?

Dalam sudut pandang konsumen mungkin kita juga pernah mengalami hal serupa di lain bidang bisnis atau transaksi. Seperti misalkan membeli Mie Aceh di Jogja (you know who). Bagi orang yang belum pernah merasakan Mie Aceh (ex:penulis) maka rasa Mie Aceh tersebut yaaa seperti itu. Ini disebabkan standar kualitas yang kita rasakan pertama kali seperti itu dan it’s Ok. Mungkin bagi teman atau orang yang pernah merasakan lezat dan nikmatnya Mie Aceh di daerah asalnya, Aceh pastinya, pasti berbeda standar kualitas rasanya juga. Maka jika memakan Mie Aceh di Jogja mungkin akan bilang “Jauhh banget rasanya dari yang di Aceh” atau “Mie Aceh di Jogja kurang enak” nah premis kedua ini yang mendatangkan penyamarataan bagi pendengar atau pembaca yang “maaf” mungkin tidak sempat berpikir atau analisa lebih jauh tentang pernyataan ini.

Kembali ke masalah provider ini, hampir semua konsumen yang kecewa dari berbagai macam masalah yang dihadapinya, melakukan move on ke provider luar negri! Sadis, dengan dipermudah pembayaran melalui Paypal dan akses internet yang telah merajalela mereka bisa dengan mudah switch ke provider lain , dan ini yang dimaksud dengan low switching cost dalam analogi 5 force dari M.Porter . Ini yang harus ditanamkan dalam pribadi perusahaan bahwa konsumen sekarang smart! Dalam artian memenuhi apa yang dibutuhkan dan pengorbanan(cost) yang dikeluarkan harus impas. Oh jelas harus impas!.

Penyamarataan ini sungguh tidak baik efeknya, banyak provider seperti Jetorbit juga baik reputasinya 😀 . Ini berefek pada konsumen yang baru memasuki ranah bidang ini ketika mencari review atau ulasan tentang provider dalam negri. Tentu banyak provider yang mengedepankan berbagai unggulan mereka untuk bisa memuaskan pelanggan.

Ini menjadi pelajaran bagi kita sebagai pengguna dan penyedia bahwa :

  • Sebagai konsumen, betul kita harus melakukan whistleblower ke penyedia untuk mendapatkan hak yang telah kita tunaikan dengan pembayaran sebagai kewajiban.
  • Konsumen juga sebaiknya mulai pintar dalam melihat dan mencari serta analisa provider mana yang terus berjalan dengan baik layaknya Web Hosting Terbaik dari Jetorbit 🙂
  • Sebagai provider, kita harus lebih mawas diri dan menanamkan core value pada diri dan perusahaan atau bisnis yang kita jalani untuk bisa terus berpegang teguh dalam mencapai tujuan masing-masing.

Harapan tulisan ini hanya untuk memajukan Indonesia bersama, toh juga anda yang untung kan 🙂

Faktor Substitusi Pada Marketing di Industri Hosting

Jetorbit Banner

Sebelumnya, apa sih faktor substitusi itu? Faktor substitusi adalah faktor yang mempengaruhi faktor lainnya baik dalam pengurangan maupun penambahan suatu produksi/jasa/alat atau entitas tertentu.

Dimana dalam contohnya yaitu suatu alat produksi, jika di tambahkan atau diperbanyak, maka akan mengurangi jumlah karyawan (manusia) yang ada.

Dalam kasus ini akan kita sedikit telisik tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi industri hosting.

Mengingat hosting adalah bagian dalam teknologi, dimana teknologi sekarang masih dalam kondisi transisi dari barang sekunder/tertier menjadi prioritas utama. Perubahan ini tidak cepat karena dipengaruhi juga oleh keadaan sekitar (politik, sosial dan ekonomi) suatu daerah.

Hal yang bisa diambil sebagai faktor adalah :

  1. Perubahan minat warga indonesia dalam bertransaksi. (belum diambil data) beberapa persen menunjukan bahwa minat kustomer cenderung lebih mengutamakan pembelanjaan online. Dimana umkm atau pelaku usaha bisa segera mengakomodir minat tersebut untuk menjadikan atau membuat sebuah wadah dimana kustomer/calon kustomer bisa menemui informasi barang/jasa yang ditawarkan. Wadah tersebut adalah website/aplikasi yang bersifat online.
  2. Di Indonesia, masih banyak yang belum “ngeh” tentang teknologi ini (website). (masih banyak disini belum diambil datanya). Kemungkinan untuk proses edukasi hingga menggunakan masih butuh waktu yang tidak sedikit. Sehingga peluang dalam industri pelatihan masih cukup luas. Pelatihan disini adalah bisa dalam bentuk pelatihan komputer, membuat website, seminar teknologi dan lain sebagainya.
  3. Ditahun 2015 ini banyak gonjang ganjing nilai rupiah. Ini yang menyebabkan terjadinya anomali daya beli pada masyarakat. Sehingga masyarakat umum akan turun dalam kerucut kebutuhannya, akan lebih mementingkan bagaimana memenuhi kebutuhan premiernya. Ini bisa menyebabkan dimana kebutuhan sekunder/tertier dalam hal teknologi yang dalam kasus ini adalah hosting menurun.
  4. point ini dan selanjutnya akan diupdate.

Bagaimana mensiasati gejolak ini?

  1. Tetap fokus pada kualitas. Kualitas produk dan layanan numero uno untuk kustomer yang sudah lama menjadi klien dan juga berlaku pada calon kustomer.
  2. point ini dan selanjutnya akan diupdate.

Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia

Segala sesuatu pasti memiliki awal. Pada awalnya memang teknologi yang ada di indonesia kembangan yang berasal dari negeri barat, Paman Sam. Karen disanalah berbagai riset teknologi berasal. Kita persempit disini teknologi yang dibahas pada artikel ini adalah teknologi informasi.

Perkembangan teknologi informasi di indonesia sendiri bisa dibilang bagaikan kincir angin, dimana kincir akan bergerak cepat jika angin yang datang jumlah kecepatannya cepat. Begitu pula dengan teknologi, yang jika para pelaku industri melakukan ekspansi atau mengincar market Indonesia maka akan terdorong pula teknologi informasi di sini. Tapi apa pasal jika angin tersebut lemah, lemah dan akhirnya tidak cukup kuat untuk mendorong kincir tersebut? Ya pasti kincir akan pelan hingga diam berhenti sehingga tidak dapat menggerakkan perairan. Sama seperti teknologi yang di luar Indonesia banyak pameran teknologi dan konsep masa depannya. Betul jika indonesia telah ada beberapa pameran teknologi seperti Indokomtek dan sebagainya yang bisa diadakan 2-3 kali dalam 1 tahun. Tapi ada tapinya nih, menurut pengalaman saya apa yang coba dikeluarkan pada acara-acara pameran tersebut hanyalah produk, barang siap pakai, yang dimana tidak ada atau kurangnya konsep atau produsen yang memasarkan teknologi berbasis perkembangan terkini. Ini menjadikan kita hanya stuck di teknologi yang itu-itu saja. Mau tidak mau para penggiat IT harus berjuang sendiri (tanpa bantuan pemerintah) dalam mengambil ilmu dan menerapkannya di dalam negri.

Bukan bermaksud pesimis pada pemerintah, tapi seperti kincir tersebut, dimana roda teknologi informasi ini harus terus berputar seiring dengan maraknya pemberitaan kasus politik di indonesia atau acara-acara aneh yang terus ada dan bergulir sangat cepat. Perkembangan teknologi informasi di Indonesia ini harus terus di awasi oleh yang berwenang. Salut pada provider telekomunikasi seperti Telkomsel dan XL yang telah mulai memasarkan jaringan 4G nya walaupun device masih sedikit, tapi itu bisa menyusul. Hal seperti ini yang harus pemerintah lihat, lihat potensinya yang sangat besar dan bagus karena negara maju juga sebab oleh teknologi yang maju.

Kita bisa melihat perkembangan di negara asia atau tetangga, kenapa melihat ke sana? Karena untuk teknologi kita harus menghadapkan kepala keatas dengan tetap berpijak kaki di bawah (masa mau koprol :p ) . Seperti di China sana yang telah meluncurkan produk smartphone XiaoMi atau Mi phone. Ini betul produk yang bisa langsung menjadikan saingan raksasa Apple ciut (walaupun ga ciut2 amat ya :p). Apa yang bisa diambil pelajarang adalah, pemerintah dan para praktisi IT harus bersinergi untuk menciptakan produk unggulan kita. Bicara tentang mobil nasional, mobil listrik dan segalanya itu memang harus tetap di lanjutkan, karena apa ? karena Jika teknologi maju kita tidak akan di anggap remeh oleh negara lain. Itu (gaya Pak Mario).

perkembangan-cloud

ERP Manufakturing, Cloud based dan Mobile menjadi trend yang hangat belakangan ini. Teknologi cloud tidak akan cukup dibahas dalam 1 halaman saja. Tapi mengingat ini penting untuk di terapkan baik pada perusahaan maupun pemerintahan ini juga harus dikejar. Sekali lagi pemerintah harus melek pada perkembangan IT. Begitu juga ERP Manufakturing yang sekarang di berbagai belahan dunia coba diterapkan di berbagai macam industri karen dengan adanya ERP (Enterprise Resource Planner) ini akan sangat memudahkan dan mengurangi beban produksi. Yak tidak cukup dalam 1 artikel membahas ERP :p . Mobile? Boom, industri mobile masih hangat dan kemungkinan akna terus hangat hingga akhir 2016 (kurva kembali turun tapi tetap stabil) dimana banyak bermunculan pemain baru (stratup) yang mendapatkan dana tidak sedikit untuk membangung konten berbasis mobile yang penggunanya sangat buanyak (lihat di gambar ).

perkembangan-teknologi-mobile

Mungkin sekian artikel perkembangan teknologi informasi di Indonesia tercinta ini dari hamba. Kurang lebih silahken komentar yang membangun yang di approve, yang merubuhkan  mark as spam hihi 😀