Kembalinya Cahaya Nanang

Sepertinya genap 2 tahun saya mengenal sosok ramah itu. Pak Nanang namanya. Beliau yang dari keluarganya memiliki wakaf tanah masjid samping rumah.

Setiap kali tiba masa idul adha, pendataan hewan qurban pasti melalui beliau. Setiap sholat jumat maupun acara di masjid, beliau pasti yang mengurus. Entah itu menggelar tikar di selasar masjid, hingga menyediakan konsumsi untuk acara pengajian.

Pekerjaan seharinya sebagai TU di sekolah. Istrinya pun turut bekerja. Menjadi guru di SD dan pengajar ngaji di masjid.

Alin nama anaknya, sepertinya kelas 4/5 SD. Mendengar dari istri, mereka sedang berencana ingin menambah keturunan.

Namun Allah punya rencana lain.

Hari ini sekitar pukul 2, beliau, Pak Nanang pamit. Menurut tetangga, beliau sesak dada setelah minum obat. Meninggal diperjalanan ke rumah sakit.

Innalillahi wa innailayhi rojiun.

Semoga anda termasuk dalam golongan orang yang menempati surga pak.

Senang mengenal anda, pribadi yang baik, sederhana dan menyenangkan serta peduli pada tetangga termasuk saya ketika sakit.

Startup Semu

Belakangan ini, saya mengikuti beberapa group whatsapp dan telegram yang membahas terkait startup dan bisnis teknologi.

Rangkaian Titik

Menulis, sekarang bukan dengan tinta. Selain menimbulkan rasa lelah juga ikut menyemarakkan gerakan go-green (alibi). Dengan blogging ini, yang tidak terasa telah mencapai 5 tahun semenjak 2012 berdasarkan urutan bulan. Melihat kembali ke tahun tahun sebelumnya, ternyata perjalanan hidup sangatlah cepat.

Post ini Morning after the rain ternyata sudah pada 2015 lalu. Sangatlah cepat tidak terasa sekarang sudah di 2017 pertengahan tahun di bulan Ramadhan. Tahun 2015 lalu itu, masih tinggal di kontrakan, dan masih berjibaku dengan tugas untuk mendapatkan gelar sampingan, Master.

Membuka pranala lebih jauh lagi, post ini tentang Wisata ceria yogyakarta – dieng  di buat beberapa bulan sebelum pilihan studi jatuh ke MM UGM. Tahun tahun itu begitu, apa ya, jiwa bepergian masih sangat berkecamuk. Dalam waktu singkat, sudah di tempat ini, tempat itu dll.

Beberapa posting pada blog ini tidak disisipkan dengan foto pada saat itu juga, ada rasa penyesalan, padahal jika menaruh foto peristiwa saat itu, bisa digunakan untuk merangkai titik perjalanan hidup.

Dah lah, sekarang, mulai saat ini. Akan disisipkan juga rangkaian peristiwa bulanan atau tahunan atau pun hari dimana posting selanjutnya terbit.

 

Isona

Lelah. Bermacam alasan yg menjadikan faktor dari kata ini muncul. Entah lelah fisik maupun mental/hati.

Kaum jomblowan sudah bisa ditebak. Lelah setting alarm untuk sahur, betul? Atau lelah iftar sendiri? Sudah lamar saja. Bismillah.

Saya pernah dengar atau baca (lali) bahwa tidur memang mendapatkan pahala selagi masa puasa Ramadhan. Namun ini adalah selemah lemahnya ibadah. 

Dari ba’da sahur kita dianjurkan tidak tidur, which is masih susah dijalankan. Tidak tidur hingga waktu kerja, lalu shalat duha, dan bekerja untuk menunggu eaktu Zuhur. Lalu kapan tidurnya?

Isomna atau istirahat, shalaf dan naum adalah definisi yang saya buat sendiri saat ini, di lantai 2 rumah, berleyeh leyeh sambil terlihat awan mendung yang mungkin malu untuk menurunkan hujannya disebabkan “mungkin” akibat dari pawang hujan di daerah proyek tol waskita Pemalang-Batang.

Alhasil cuaca adem, tidak panas. Isomna dilakukan tidak lebih dari 60 menit for the sake of my sanity.

Wallahualam.