Upcoming

Belum lepas lelah ini menempel, matahari telah kembali ke peraduannya, semburat cahayanya menyeruak masuk melalui untaian sisa air hujan semalam di dedaunan yang tumbuh mempesona tanpa rintangan di depan rumah.

Hari itu, hari rabu. Walau subuh tetap wajib ke masjid, namunĀ ba’da subuh tetap tidak bisa terjaga. Sunnah nabi pun terlewat oleh kantuknya mata.

Terlihat lelap tertidur dalam buaian angin pagi yang sejuk, bocah balita itu memposisikan badannya miring kiri dengan kaki yang hampir lurus berbaring, layaknya bagan huruf X besar yang disangga oleh guling dan bantalan. Nyenyak, lelap.

Walau terasa berat, memang sudah sewajarnya kaum pria menangani hampir seluruh keputusan. Baik dalam rumah, urusan keluarga maupun diluar, urusan kantor maupun kerjaan.

Memang betul, tak jauh dari keluarga adalah hal yang nikmat, namun dalam kenikmatan, ada ujiannya tersendiri. Manusia tak luput dari ujian.

Percayalah, menjadi pekerja yang bekerja dirumah dengan mengurus bocah, sungguh sangat tidak mudah. Stock kesabaran harus ada setiap saat, ready stock, JIT jika perlu!

Leave a Comment